REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI angkat bicara terkait laporan Moody’s. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan perubahan outlook Moody’s tersebut sejalan dengan penyesuaian outlook sovereign Pemerintah Indonesia.
"Hal ini tidak mencerminkan penurunan kinerja keuangan maupun profil risiko internal BNI," ujar Okki saat dihubungi Republika di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Okki menyampaikan posisi perseroan saat ini masih berada pada level investment grade. Ia menyebut kondisi tersebut tercermin dari capaian kinerja perseroan hingga akhir 2025. "Hingga akhir tahun buku 2025, fundamental BNI tetap terjaga dengan baik," ucap Okki.
Okki menjelaskan indikator utama seperti permodalan, likuiditas, kualitas aset, dan profitabilitas berada pada level yang sehat serta sesuai ketentuan regulator, dengan struktur pendanaan yang dikelola secara prudent.
Menyikapi perubahan outlook tersebut, lanjut Okki, BNI terus berfokus pada pengelolaan bisnis yang hati-hati dan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola dan manajemen risiko. "Strategi penyaluran kredit tetap dijalankan secara selektif dan terukur, dengan mengedepankan kualitas dan prinsip kehati-hatian," kata Okki.
Okki mengatakan BNI juga terus bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Keuangan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta kepercayaan pasar.