Rabu 02 Aug 2023 09:15 WIB

Tertekan Aksi Jual Investor Asing, IHSG Kembali Melemah

IHSG kembali melanjutkan penurunan pada perdagangan Rabu (2/8/2023).

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Karyawan berada di dekat papan pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023).
Foto: Republika/Prayogi.
Karyawan berada di dekat papan pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penurunan pada perdagangan Rabu (2/8/2023). IHSG melemah ke level 6.867,88 setelah terkoreksi tajam 0,65 persen pada perdagangan sebelumnya.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, IHSG berada dalam tekanan aksi jual investor asing. Kemarin, IHSG ditutup turun karena net sell asing Rp 500 miliar.

Baca Juga

"IHSG masih berada di range support kuat 6850-6880. Jika tetap bertahan di atas 6850, ada potensi teknikal rebound. Level resistance berada 6.920-6.950," kata Fanny. 

Dari Asia, mayoritas indeks mengalami pelemahan pagi ini. Indeks Nikkei anjlok hingga 1,45 persen setelah ditutup naik 0,92 persen kemarin. Indeks Strait Times jatuh 0,46 persen dan disusul indeks Hang Seng yang terpangkas 0,26 persen.

Bank Sentral Australia mempertahankan suku bunga di level 4,1 persen yang sebelumnya diperkirakan naik 25 bps. Indonesia melaporkan inflasi 3,08 persen yoy pada Juli 2023, di bawah ekspektasi. Neraca perdagangan Korea Selatan surplus 1,63 miliar dolar AS pada Juli 2023.

Sementara itu, Wall Street mencatat pergerakan yang beragam semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,20 persen, namun di sisi lain S&P 500 melemah sebesar 0,27 persen begitu juga dengan indeks Nasdaq yang terkoreksi sebesar 0,43 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement