Ahad 16 Jul 2023 08:52 WIB

Pelindo Marines Kembangkan Pengangkutan Bioenergi FAME

FAME menjadi materi produksi bahan bakar ramah lingkungan biosolar.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Biosolar (ilustrasi). FAME menjadi materi produksi bahan bakar ramah lingkungan biosolar yang merupakan bioenergi dari bahan bakar nabati.
Foto: ANTARA /Zabur Karuru
Biosolar (ilustrasi). FAME menjadi materi produksi bahan bakar ramah lingkungan biosolar yang merupakan bioenergi dari bahan bakar nabati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelindo Marine Service atau Pelindo Marines terus mengembangkan pelayanan pengangkutan bioenergi fatty acid methyl esther (FAME) atau ester metil asam lemak. FAME menjadi materi produksi bahan bakar ramah lingkungan biosolar, yang merupakan bioenergi dari bahan bakar nabati.

Anak usaha PT Pelindo Jasa Maritime (SPJM) tersebut, pada Jumat (14/7/2023) berhasil selesai melayani pengapalan empat ribu kiloliter muatan FAME dari dermaga di Kawasan Industri Dumai, Riau, ke terminal khusus Plaju di Palembang, Sumatra Selatan. "Pelindo Marines mengerahkan armada satu unit kapal tongkang bermesin," kata Direktur Utama Pelindo Marines Warsilan dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (16/7/2023).

Baca Juga

Dia menjelaskan, pengangkutan FAME yang reliable via transportasi laut sangat penting untuk mendukung keterjagaan pasokan. Dengan begitu, produksi tidak terhambat.

"Karena peningkatan pemanfaatan bahan bakar ramah lingkungan (nonfosil) merupakan bagian dari program strategis pemerintah,”ucap Warsilan.

Sejak akhir 2020, Pelindo Marines berhasil melayani pengangkutan FAME dari Pelabuhan Gresik ke Pelabuhan Tanjung Perak, di Surabaya, Jawa Timur. Pengangkutan via transportasi laut tersebut telah berjalan rutin dan menjadi solusi pengangkutan yang reliable dan efisien.

“Pelindo Marines terus mengembangkan kualitas teknis layanan pengangkutan FAME via transportasi laut karena telah menjadi best practise untuk biaya logistik yang lebih efisien dari sisi biaya angkut dan lebih efektif dari sisi durasi angkut daripada pengangkutan via transportasi darat," jelas Warsilan.

Dia menuturkan, reliabilitas pengangkutan kargo via transportasi laut menjadi faktor penarik bagi pengusaha. Khususnya bagi efisiensi bisnisnya dan meningkatkan produktivitas masyarakat karena lalu lintas lebih lancar.

Pakar maritim dari Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya, Saut Gurning menjelaskan, usaha angkutan muatan FAME tersebut menjadi bentuk dukungan BUMN Pelindo. Khususnya untyk memperkuat bauran energi nasional berbasis bahan bakar nonfosil karena dipandang menjadi potensi besar untuk terus dikembangkan penerapannya bagi Indonesia.

Saut mengharapkan, Pelindo Marines dapat lebih berpartisipasi dalam mendukung rantai pasok atau logistik maritim FAME tidak hanya pada kebutuhan angkutan lautnya saja namun juga penyediaan fasilitas tangki pencampuran dan penyimpanan, jaringan pipa khususnya dari kapal ke wilayah pelabuhanm "Yang utama lagi yaitu distribusi FAME hingga bahan bakar berkandungan sulfur rendah secara terpadu dalam jejaring rantai pasok energi," ungkap Saut. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement