Selasa 11 Jul 2023 13:25 WIB

Kata Standard Chartered, Bitcoin Bakal Tembus Rp 1,8 Miliar Tahun Depan

Peningkatan harga bitcoin berarti miner dapat menjual lebih sedikit koin mereka.

Bitcoin
Foto: CFR
Bitcoin

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Standard Chartered memprediksi, nilai uang kripto, bitcoin, mencapai level teratas dapat mencapai 50 ribu dolar AS (sekitar Rp 750 juta) tahun ini dan diprediksi mencapai sekitar 120 ribu dolar AS (sekitar Rp 1,8 miliar) pada akhir 2024.

Standard Chartered memperkirakan, lonjakan harga bitcoin baru-baru ini dapat mendorong para miner bitcoin untuk menimbun lebih banyak aset kripto mereka.

Baca Juga

Semula, Standard Chartered memprediksi, harga bitcoim 100 ribu dolar AS (sekitar Rp 1,5 miliar) akhir 2024 seiring berakhirnya musim dingin kripto. Namun, salah satu analis forex teratas Standard Chartered, Geoff Kendrick, mengatakan, ada 20 persen kebalikan untuk kondisi itu.

"Peningkatan profitabilitas bitcoin berarti para miner dapat menjual lebih sedikit koin mereka sambil mempertahankan arus kas masuk, mengurangi pasokan bitcoin bersih dan mendorong harga bitcoin lebih tinggi," kata Kendrick dilansir Reuters, Senin (10/7/2023).

Harga Bitcoin telah melonjak 80 persen sejak awal tahun tetapi levelnya saat ini di atas 30.200 dolar AS belum sampai separuh level puncak 69.000 ribu dolar AS pada November 2021. Triliunan dolar menguap dari sektor kripto pada 2022, karena bank sentral menaikkan suku bunga dan serangkaian perusahaan kripto, seperti pertukaran FTX, meledak. Namun, runtuhnya sejumlah bank tradisional tahun ini telah mendorong pemulihan.

Standard Chartered mengatakan alasan prediksi adalah bahwa miner yang mencetak 900 bitcoin baru yang diproduksi setiap hari di seluruh dunia akan segera dijual untuk menutupi biaya mereka. Terutama biaya listrik untuk menyalakan komputer super para miner

Kendrick memperkirakan, miner baru-baru ini menjual 100 persen koin baru mereka. Namun, jika harganya mencapai 50 ribu dolar AS, mereka mungkin hanya akan menjual 20 persen–30 persen.

 

 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement