Selasa 04 Jul 2023 05:00 WIB

Stabilitas Harga Pangan Jadi Faktor Penjaga Inflasi

Pengendalian inflasi pangan akan difokuskan pada penguatan konektivitas antardaerah.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Seorang pria mengatur karung sayuran di atas truk (ilustrasi). Pengendalian inflasi pangan bulan Juli 2023 akan terus difokuskan pada upaya memperkuat konektivitas pangan antardaerah.
Foto: AP/Martin Mejia
Seorang pria mengatur karung sayuran di atas truk (ilustrasi). Pengendalian inflasi pangan bulan Juli 2023 akan terus difokuskan pada upaya memperkuat konektivitas pangan antardaerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inflasi tahunan pada Juni tercatat sebesar 2,58 persen. Stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor pendukungnya. Badan Pangan Nasional berkomitmen jaga rantai pasok pangan untuk menjaga capaian ini.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menjelaskan untuk mempertahankan tren tersebut, NFA akan semakin menggencarkan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat konektivitas pangan antar daerah, sehingga mendorong pemerataan stok, stabilitas harga, dan meningkatkan keterjangkauan pangan masyarakat.

Baca Juga

“Terlebih, hal tersebut ditandai menurunnya andil inflasi kelompok Makanan Minuman, baik secara bulanan maupun tahunan. Itu menandai upaya kolaboratif lintas sektor antara pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas stok dan harga pangan berjalan sesuai sasaran, terutama di tengah Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Iduladha lalu,” kata Arief, Senin (3/7/2023).

Arief menegaskan, untuk mempertahankan tren tersebut, pengendalian inflasi pangan bulan Juli 2023 akan terus difokuskan pada upaya memperkuat konektivitas pangan antardaerah. Hal tersebut guna menjaga stabilisasi stok dan harga pangan, serta meningkatkan keterjangkauan pangan masyarakat.

 

“Untuk memastikan tercapainya sasaran tersebut, pemerintah terus melakukan sejumlah intervensi, di antaranya melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) antar daerah, Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk stabilisasi harga dan bantuan pangan, serta operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah (GPM),” katanya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi nasional bulan Juni 2023 secara tahun ke tahun (y-on-y) berada di angka 3,53 persen, atau mengalami penurunan dibanding Mei 2023 yang berada di posisi 4,00 persen dan lebih rendah dari inflasi Juni tahun sebelumnya 4,35 persen. Sedangkan secara bulan ke bulan (m-to-m) inflasi Juni terhadap Mei 2023 tercatat sebesar 0,14 persen atau lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang berada di posisi 0,09 persen. Namun, capaian inflasi Juni 2023 ini masih lebih rendah dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Adapun Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau pada Juni 2023 mengalami inflasi sebesar 0,39 persen (mtm) dengan andil terhadap inflasi nasional 0,10 persen. Sedangkan secara tahunan kelompok tersebut mengalami inflasi 2,85 persen (yoy) atau andil sebesar 0,76 persen. Capaian tersebut mengalami penurunan dibanding inflasi periode Mei 2023, yang secara bulanan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi 0,48 persen dengan andil 0,13 persen dan secara tahunan mengalami inflasi 4,27 persen dengan andil 1,13 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement