Kamis 15 Jun 2023 15:37 WIB

Petani Milenial dan Kekhasan Penggunaan Teknologi

Petani milenial berperan besar dalam Penas Tani Ke-XVI.

Petani milenial Brian Ardhi Wiratmoko memanen selada yang dibudi dayakan dengan teknik pertanian hidroponik di Watualang, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (30/5/2023). Dalam sepekan petani mampu memanen selada sedikitnya 30 kilogram dengan harga jual Rp22 ribu per kilogram dan dipasok ke sejumlah restoran serta usaha kuliner di Ngawi.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Petani milenial Brian Ardhi Wiratmoko memanen selada yang dibudi dayakan dengan teknik pertanian hidroponik di Watualang, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (30/5/2023). Dalam sepekan petani mampu memanen selada sedikitnya 30 kilogram dengan harga jual Rp22 ribu per kilogram dan dipasok ke sejumlah restoran serta usaha kuliner di Ngawi.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, petani milenial berperan besar dan cukup mencuri perhatian dalam penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan Ke-XVI 2023.

"Ada kekhasan pada Penas Tani Ke-XVI dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu hadir dan tampilnya petani milenial kita," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi saat mewakili Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan sambutan pada penutupan Penas Tani Ke-XVI di Padang, Kamis (15/6/2023).

Baca Juga

Petani milenial memeragakan teknologi dan inovasi serta produk mereka. Hal tersebut berbeda dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya di mana petani milenial lebih banyak menjadi penonton saja.

Tidak hanya itu, dalam Penas Tani Ke-XVI, para petani milenial juga berhasil menyusun berbagai kesepakatan yang bermanfaat bagi pengembangan bisnis mereka melalui temu agribisnis yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

"Pada Penas Tani Ke-XVI juga diadakan temu petani milenial. Yang hadir tidak hanya tingkat nasional, tapi juga lingkup ASEAN. Bahkan petani dari Jepang turut hadir," ujar Dedi.

Selain petani milenial, keberhasilan Penas Tani Ke-XVI tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak termasuk Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, jajaran serta nelayan yang aktif berpartisipasi.

Pada kesempatan itu, Dedi menyinggung gelar teknologi yang bisa memperagakan smart farming, di mana petani dapat meningkatkan produktivitas pangan nasional sekaligus menekan biaya produksi.

"Saya yakin melalui implementasi smart farming, pangan lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi mengatakan kegiatan Penas Tani Ke-XVI secara umum menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada petani, termasuk upaya Indonesia mewujudkan ketahanan pangan.

"Semua kegiatan Penas Tani menjadi bekal dalam meningkatkan kemandirian pangan. Demi upaya kita mencapai tujuan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement