Kamis 15 Jun 2023 10:39 WIB

Investasi Sektor IKFT Capai Rp 33,78 Triliun Sepanjang Kuartal I 2023

Kinerja investasi di sektor IKFT menunjukkan tren peningkatan.

Pekerja farmasi memproduksi obat di sebuah pabrik farmasi di Jakarta Timur, Senin (29/4). Kementerian Perindustrian mencatat sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil masih mengg
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja farmasi memproduksi obat di sebuah pabrik farmasi di Jakarta Timur, Senin (29/4). Kementerian Perindustrian mencatat sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil masih mengg

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) masih menggeliat. Ini ditunjukkan dari kinerja investasi di sektor tersebut yang masih mampu tumbuh mencapai Rp 33,78 triliun sepanjang kuartal I 2023.

"Sampai dengan kuartal I 2023, investasi di sektor IKFT mencapai Rp 33,78 triliun yang didominasi oleh investasi industri bahan kimia, dan barang kimia sebesar Rp 16,29 triliun, kemudian industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar Rp 4,50 triliun," ungkap Plt Direktur Jenderal IKFT Kemenperin Ignatius Warsito dalam keterangan di Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Baca Juga

Warsito mengemukakan bahwa kinerja investasi di sektor tersebut menunjukkan tren peningkatan. Pasalnya, pada tahun 2022, realisasinya mencapai Rp 106,12 triliun, naik signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar Rp 66,50 triliun.

Adapun total nilai ekspor sektor IKFT selama 3 bulan pertama tahun ini menembus angka lebih dari 11,35 miliar dolar AS. Pada kuartal I 2023, dari sumbangsih sektor IKFT, nilai pengapalan terbesar berasal dari industri kimia dan barang dari kimia yang mencapai 4,28 miliar dolar AS, disusul industri pakaian jadi (2,03 miliar dolar AS), industri kulit dan alas kaki (1,94 miliar dolar AS).

Kemudian, industri barang karet dan plastik (1,68 miliar dolar AS), industri tekstil (934,72 juta dolar AS), industri bahan galian nonlogam (306 juta dolar AS), serta industri farmasi dan obat tradisional (175 juta dolar AS). Dengan capaian itu, sumbangsih sektor IKFT terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada kuartal I 2023 mencapai 3,88 persen.

Dari hasil kinerja positif sektor IKFT tersebut, kata Warsito, turut membentuk capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) menjadi fase ekspansi. IKI pada Mei 2023 masih dalam level ekspansi sebesar 50,90.

"Di tengah ketidakpastian perekonomian global seperti saat ini, Kemenperin memandang perlupemantauan terhadap kondisi industri yang merupakan sektor penopang utama perekonomian nasional," imbuhnya.

Oleh karena itu, Kemenperin berupaya mendapatkan informasi akurat, lengkap, dan terkini terhadap kondisi sektor industri manufaktur di Indonesia, salah satunya melalui pelaksanaan survei IKI.

Sementara itu, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu kelompok industri pengolahan nonmigas yang dikategorikan sebagai industri strategis dan prioritas nasional sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN).

"Meskipun dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar global yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa, kepercayaan pada masa depan industri tekstil masih sangat tinggi," ungkapnya.

Adapun nilai investasi di industri TPT mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat, dari Rp 3,85 triliun pada kuartal I 2022 menjadi Rp 7,8 triliun selama kuartal I 2023.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement