Selasa 13 Jun 2023 12:38 WIB

BRI Kembali Raih Perusahaan Terbesar di Indonesia Versi Forbes The Global 2000 di 2023

BRI menempati peringkat teratas di antara perusahaan-perusahaan di Indonesia.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dengan menjadi peringkat teratas di antara perusahaan-perusahaan di Indonesia versi Forbes The Global 2000 tahun 2023.
Foto: Dok. BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dengan menjadi peringkat teratas di antara perusahaan-perusahaan di Indonesia versi Forbes The Global 2000 tahun 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majalah ekonomi terkemuka di dunia Forbes mempublikasikan Forbes The Global 2000 Tahun 2023 yang berisikan daftar 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia berdasarkan penjualan (sales), laba (profit), aset (assets), dan nilai pasar (market value). Dalam publikasi tersebut, terdapat beberapa perusahaan asal Indonesia dengan sebagian besar adalah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.

Perolehan terbaik didapatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dengan menjadi peringkat teratas di antara perusahaan-perusahaan di Indonesia. Secara internasional, BRI menempati peringkat terbaik yakni 307, meningkat dibandingkan pencapaian tahun lalu yakni peringkat 349 dunia.

Baca Juga

Mengutip situs resmi Forbes, terdapat delapan perusahaan Indonesia yang masuk daftar Forbes The Global 2000 Tahun 2023. Secara berturut-turut perusahaan tersebut adalah BRI (307), Mandiri (418), BCA (462), Telkom (787), BNI (930), Bayan (983), Adaro (1.393), dan Garuda Indonesia (1.572).

Atas pencapaian tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, prestasi tersebut merupakan bukti bahwa pihaknya mampu menjaga kinerja positif yang berkelanjutan dengan manajemen risiko yang sangat terukur. 

“Hal ini tentu menjadi prestasi bagi perseroan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, BRI tetap mampu menjaga kinerja positif. Hal tersebut diraih BRI dengan kembali fokus pada pemberdayaan dan penyelamatan segmen UMKM di masa sulit, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, sangat layak jika prestasi tersebut didedikasikan bagi seluruh nasabah BRI dan Insan BRILiaN (pekerja BRI) di seluruh Indonesia,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (13/6/2023).

BRI terbukti menghasilkan catatan impresif pada 4 indikator penilaian. Mulai dari segi profit yang mencapai 3,45 miliar dolar AS atau Rp51,4 triliun secara tahunan (year on year/ yoy). Selain itu, dari sisi assets BRI juga mencatatkan 119,84 miliar dolar AS atau Rp1.865,64 triliun, tumbuh double digit sebesar 11,18 persen yoy dari tahun sebelumnya. Dari segi penjualan (sales) BRI telah mencatatkan angka sebesar 13,16 miliar dolar AS atau sekira Rp195,8 triliun, dan market value BRI mencapai sebesar US$53,79 miliar atau Rp799,2 triliun.

“Terbukti, melalui kinerja perseroan yang positif tersebut kami mampu mempertahankan peringkat teratas di Indonesia serta mampu naik peringkat secara internasional. Ini membuktikan bahwa keberadaan perusahaan BUMN kian diapresiasi oleh dunia luar. Ke depan kami akan terus berkomitmen untuk meng-create value, baik dari aspek ekonomi maupun sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Sunarso.

Tak hanya empat indikator tersebut, banyak faktor yang digunakan untuk melakukan pemeringkatan oleh Forbes. Seperti ketepatan waktu pengumpulan data, kebijakan pelaporan perusahaan, kebijakan pelaporan khusus negara, dan jeda waktu antara saat perusahaan merilis data keuangannya dan ketika database Forbes mem-verifikasinya untuk pemeringkatan.

Secara total, perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut menghasilkan penjualan mencapai 50,8 triliun dolar AS, laba 4,4 triliun dolar AS, aset 231 triliun dolar AS, dan nilai pasar 74 triliun dolar AS. Namun demikian, keuntungan kumulatif, aset, dan nilai pasar yang diraih secara keseluruhan oleh ke-2000 perusahaan tersebut turun sedikit dibandingkan tahun lalu, meskipun ini adalah pertama kalinya total pendapatan melampaui 50 triliun dolar AS.

Ada 58 negara yang diwakili oleh perusahaan publik dalam daftar tersebut. Amerika Serikat memimpin dengan 611 perusahaan dan Cina berada di urutan kedua dengan 346 perusahaan Global 2000.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement