Jumat 02 Jun 2023 14:16 WIB

Tiba di Candi Borobudur, InJourney Berikan Sambutan untuk Para Biksu 

Kedatangan para biksu disambut warga sekitar Candi Borobudur dan manajemen InJourney.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Candi Borobudur. Setelah menempuh perjalanan selama dua bulan lebih, rombongan biksu Thudong akhirnya tiba di area kompleks Candi Borobudur.
Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Candi Borobudur. Setelah menempuh perjalanan selama dua bulan lebih, rombongan biksu Thudong akhirnya tiba di area kompleks Candi Borobudur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah menempuh perjalanan selama dua bulan lebih, rombongan biksu Thudong akhirnya tiba di area kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (1/6/2023).

Kedatangan para biksu disambut warga sekitar Candi Borobudur dan manajemen Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney beserta anak usahanya PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko atau TWC selaku pengelola taman wisata Candi Borobudur. 

Baca Juga

Rombongan biksu sampai di area kompleks Candi Borobudur pada pukul 15.00 WIB yang diiringi oleh masyarakat. Setibanya di area kompleks, para biksu disambut melalui Gerbang Kalpataru di antaranya oleh Ketua Umum DPP Walubi S Hartati Murdaya, Wakil Direktur Utama InJourney Edwin Hidayat Abdullah, dan Direktur Utama TWC Febrina Intan. 

Direktur Utama TWC Febrina Intan mengatakan, penyambutan dilakukan dengan sederhana dengan mengarahkan biksu untuk melakukan peribadatan sesuai yang dijalankan oleh umat Budhha. Hal ini untuk menjaga kesakralan.

 

"Kami menjaga agar kegiatan peribadatan para biksu agar tetap kondusif dengan sederhana, namun kami menyambut para biksu di Candi Borobudur ini di destinasi terakhir dengan memberikan rangkaian bunga sedap malam untuk memberikan humble experience kepada biksu yang tiba serta mengarahkan para biksu menuju ke atas candi untuk melakukan peribadatan,” ujar Febrina dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (2/6/2023).

Febrina menyampaikan peristiwa ini menunjukkan hebatnya Indonesia, hangatnya sambutan dan warga sekitar Candi Borobudur menjadi simbol keberagaman dan toleransi bagi umat beragama. Hal ini juga diungkapkan oleh Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria. Dony mengapresiasi sambutan hangat dari dari masyarakat. 

"Ini menunjukkan kebinekaan yang harus kita sampaikan ke dunia bahwa Indonesia adalah satu negara yang sangat toleransi satu sama lain," ucap Dony. 

Dony menceritakan bagaimana pengalaman yang mengharukan dua direktur InJourney yang turut mendampingi perjalanan para biksu yang juga merasakan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Dony berharap dari peristiwa ini semakin banyak wisatawan akan datang ke Borobudur, khususnya umat Buddha di seluruh dunia untuk melakukan peribadatan dengan nyaman dan khidmat di Indonesia. 

Dony memberikan apresiasi kepada Walubi dan TWC yang telah menyiapkan tradisi Waisak dengan maksimal demi terciptanya suasana nyaman dan sakral bagi umat Buddha yang akan beribadah di Candi Borobudur. 

Ketua Umum DPP Walubi S Hartati Murdaya, Wakil mengatakan Borobudur adalah warisan nenek moyang yang sangat luar biasa yang harus dijaga Sebagai perwakilan umat Buddha, Hartati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat dari beragam latar belakang telah ikut berperan serta untuk mempersiapkan dan antusias dalam menyukseskan perayaan Waisak di Borobudur. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement