Kamis 01 Jun 2023 21:42 WIB

Kimia Farma Fokus Kembangkan Bisnis di Aspek Inovasi dan Teknologi

Kimia Farma ingin produk VMS jadi unggulan.

Kimia Farma. Kimia Farma saat ini tengah fokus mengembangkan bisnis pada aspek inovasi produk dan teknologi.
Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Kimia Farma. Kimia Farma saat ini tengah fokus mengembangkan bisnis pada aspek inovasi produk dan teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Kimia Farma David Utama mengatakan, Kimia Farma saat ini tengah fokus mengembangkan bisnis pada aspek inovasi produk dan teknologi.

Kimia Farma memanfaatkan peluang dari pertumbuhan industri farmasi dan kesehatan pada 2023. "Berbagai inisiatif yang sudah diambil perusahaan pada 2022 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja 2023," kata David.

Baca Juga

Dalam aspek inovasi, Kimia Farma telah mengembangkan kategori produk vitamin, mineral dan suplemen (VMS). Kemudian perusahaan farmasi tersebut juga telah mengembangkan produk-produk terkategori Anatomical Therapeutic Class 2 (ATC-2) untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat.

"Kami punya keunggulan di gerai ritel ada 1.225 gerai. Masyarakat mulai menyadari hidup sehat, konsumsi vitamin mulai naik, apalagi kemarin dengan adanya Covid-19. Kami berfokus untuk mengembangkan VMS supaya terjadi blockbuster kategori di Kimia Farma," ujar David.

 

David menilai, untuk melancarkan akselerasi dalam berinovasi, juga diperlukan kerja sama melalui kemitraan strategis dengan berbagai institusi lokal maupun global. Dalam hal itu, Kimia Farma telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sinopharm, serta melakukan berbagai lawatan ke Korea Selatan dan China untuk kerja sama bisnis.

Sedangkan dalam aspek pengembangan teknologi, emiten pelat merah tersebut telah mengembangkan aplikasi Kimia Farma Mobile. Layanan aplikasi itu terhubung dengan 1.214 apotek, 419 klinik kesehatan, dan 72 laboratorium klinik.

Inovasi digitalisasi farmasi tersebut tercatat telah diunduh lebih dari 1,1 juta pengguna. Kimia Farma juga bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk penambahan fitur pemesanan obat melalui aplikasi mobile banking Livin by Mandiri.

Peningkatan kinerja bisnis perusahaan pada awal tahun ini mendorong Kimia Farma untuk terus melanjutkan pengembangan bisnisnya.

Adapun tahun ini, Kimia Farma secara konsolidasi sudah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di kisaran Rp 1,2 triliun. Dana itu disiapkan untuk pengembangan segmen ritel, manufaktur, dan untuk pengembangan bisnis.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement