Rabu 31 May 2023 09:46 WIB

Fokus Bantu UMKM, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Dorong KUR Hingga Rp 300 M

Pegadaian turut mendukung upaya Pemerintah dalam mengembangkan perekonomian nasional.

Diskusi media bersama Pegadaian. Pegadaian siap menghadapi era persaingan dan tetap menjadi solusi keuangan bagi masyarakat dan turut serta memberikan sumbangsih terhadap peningkatan inklusi keuangan bagi masyarakat menengah ke bawah dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Foto: Dok. Bumm
Diskusi media bersama Pegadaian. Pegadaian siap menghadapi era persaingan dan tetap menjadi solusi keuangan bagi masyarakat dan turut serta memberikan sumbangsih terhadap peningkatan inklusi keuangan bagi masyarakat menengah ke bawah dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Wilayah Kanwil VIII Jakarta 1 PT Pegadaian ( Persero), Alim Sutiono memaparkan, pegadaian siap menghadapi era persaingan dan tetap menjadi solusi keuangan bagi masyarakat dan turut serta memberikan sumbangsih terhadap peningkatan inklusi keuangan bagi masyarakat menengah ke bawah dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Berkenaan dengan hal ini Pegadaian turut mendukung upaya Pemerintah dalam mengembangkan perekonomian nasional yang berbasiskan pada ekonomi kerakyatan demi terwujudnya kemandirian ekonomi bangsa, salah satunya dengan masif mengembangkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

Baca Juga

Hal itu ia sampaikan dalam media gathering bertema  "Peran Pegadaian Dalam Pemberdayaan Masyarakat Dengan Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Rakyat".

Gelaran ini menjadi salah satu cara Pegadaian untuk mensosialisasikan program-program perusahaan yang dilakukan kepada masyarakat melalui media, untuk dapat menginformasikan kegunaan KUR Pegadaian yang bisa didapatkan dengan mudah dan terbuka  untuk seluruh UMKM di Indonesia. 

"Program KUR Syariah yang kami hadirkan menjadi jadi solusi pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dengan pinjaman sampai dengan Rp 10 juta dengan bunga hanya tiga persen pertahun. Saya ingin masyarakat ingat bahwa program KUR ini akan sangat membantu pengusaha UMKM di Indonesia, tanpa jaminan namun harus sesuai dengan syarat yang ditentukan. Kami juga memilih dan mensurvei, sehingga pencairan KUR ini dipastikan tepat sasaran," ungkap Alim, Selasa (30/5/2023). 

Menurut dia, penyaluran KUR Syariah ini merupakan salah satu solusi pembiayaan yang sangat kompetitif untuk para pelaku usaha mikro. Hal ini membuktikan komitmen Pegadaian sesuai dengan tagline Mengatasi Masalah Tanpa Masalah.

Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 punya target penyaluran KUR hingga akhir 2023 sebanyak Rp300 miliar. Hingga kini sudah mencapai 15 persen atau sekitar Rp56 miliar. "Kita KUR syariah tanpa jaminan, tapi diberikan kepada yang benar-benar yang punya usaha. Jangan sampai KUR murah ini tidak sampai ke masyarakat. Ini terus kita sosialisasikan secara masif namun, tidak menutup kemungkinan masih juga ada yang menyalahgunakan kesempatan ini. KUR ini bisa di berikan hanya untuk 1 orang bagi satu keluarga," katanya. 

Untuk target KUR yang Rp300 miliar, ia optimistis dengan strategi itu dapat tercapai. Dalam sehari, sambung dia pencairan KUR bisa sebesar Rp2 miliar per hari. "Insyaallah akan tercapai akhir tahun, Bulan November lah bisa tercapai target tersebut. Saat ini KUR telah diberikan kepada 22 ribu UMKM dari target 40 ribu yang akan diberikan KUR," katanya.

Dia menjelaskan, strategi memasarkan KUR ke masyarakat dengan turun ke masyarakat langsung. Tim turun ke Kelurahan bahkan sampai RT/RW untuk mengejar UMKM yang membutuhkan pembiayaan KUR. "Sosialisasi lewat media, kemudian sampai ke RT dengan mengerahkan 55 cabang yang berada di wilayah kami, Jakarta,  Depok, Bogor, Bekasi hingga Karawang," kata dia.

Hingga saat ini diketahui target kinerja Pegadaian setiap tahun tercapai, saat ini pengguna Digital Pegadaian tercatat meningkat dari sebelumnya 40 persen diakhir tahun, saat ini telah mencapai 65 persen, hal ini sekaligus menjadi level tertinggi pertumbuhannya di nasional. 

Menanggapi kemunculan Gadai Swasta yang masih tumbuh, diungkapkan Alim, pertumbuhannya tidak dapat di bendung dan diakuinya Gadai swasta memang lebih agresif dengan hanya persyaratan yang sangat minum, hal ini yang juga dengan mudahnya menjadikan masyarakat terkena banyak permasalahan. 

"Pegadaian melihat keagresifan Gadai Swasta ini sebagai salah satu tugas penting untuk meminimalisir persoalan terkait gadai-gadai di masyarakat. Kami menganggap gadai-gadai swasta bukan gangguan, yang terus kami tegaskan adalah pinjaman gadai di pegadaian lebih murah dan mudah dibandingkan dengan gadai swasta," kata dia.

"Hanya ada dua alasan, mengapa mereka lebih memilih gadai dengan bunga 5 persen dibandingkan dengan 1 persen. Pertama terkendala prasyarat yang tidak dapat dipenuhi dan selanjutnya adalah situasi terdesak. Kalau di kota saja banyak masyarakat yang suka terjebak persoalan gadai-gadai, apalagi masyarakat daerah," ujar Alim menambahkan. 

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Area Bogor Agus Riyadi menerangkan UMKM Indonesia membutuhkan tiga hal yang utama yakni Pembiayaan, Pendampingan, dan Pemasaran. Pendampingan yang telah dilakukan di wilayahnya yakni melakukan sinergi antara satu UMKM dengan UMKM lainnya. 

"Kami juga mengikutsertakan UMKM dalam penyelenggaraan bazar-bazar. Ini yang kita berikan ketika UMKM memanfaatkan KUR sebagai upaya memperbesar usahanya. Sehingga, kami tak hanya menyalurkan pinjaman, namun juga bagaimana kami membina UMKM agar bisa melakukan pengembangan usahanya dan pendapatannya, " ujar Agus. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement