Senin 29 May 2023 19:43 WIB

KCI Ungkap Penumpang Harian KRL Hampir 1 Juta Orang, Impor Kereta Jadi?

KCI optimistis 1 juta penumpang per akan dicapai pada semester I 2023.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Konferensi pers PT KAI Commuter Indonesia (KCI) terkait Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2023 di Jakarta, Senin (29/5/2023).
Foto: Republika/Dedy Darmawan Nasution
Konferensi pers PT KAI Commuter Indonesia (KCI) terkait Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2023 di Jakarta, Senin (29/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT KAI Commuter (KCI) mengungkapkan jumlah penumpang KRL telah mendekati 1 juta penumpang per hari. KCI pun optimistis 1 juta penumpang per hari bakal dicapai pada semester pertama 2023 dan akan terus bertambah sesuai target pemerintah sebanyak 2 juta per hari.

Anne menjelaskan, dalam rencana jangka panjang, KCI akan melakukan pembelian gerbong baru produksi PT Industri Kereta Api (INKA). Pemesanan itu sebanyak 16 rangkaian kereta dengan nilai investasi Rp 4 triliun dan baru akan rampung pada 2025.

Baca Juga

Saat ini, terdapat 98 rangkaian kereta yang melayani 1.133 perjalanan per hari dan mengangkut lebih dari 900 ribu orang. Oleh karena itu, sembari menunggu kereta baru, jumlah KRL saat ini harus dipertahankan.

Kereta yang semestinya dipensiunkan akan dilakukan tindakan retrofit. Jumlah kereta yang tidak dapat dilakukan retrofit nantinya akan menentukan jumlah impor gerbong bekas yang diperlukan sebagai pengganti.

 

"Ini perlu asesmen. Makanya, KAI Commuter bersama INKA sedang melakukan asesmen di depo-depo, apakah kereta itu bisa diretrofit. Mengenai jumlah (impor bekas) masih dikaji kami dibantu audit juga oleh BPKP," kata Anne dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/5/2023).

Hanya saja, ia menekankan, tindakan retrofit maupun pensiun kereta tidak akan dilakukan sekaligus. Pasalnya, bisa berdampak pada gangguan layanan penumpang. KCI juga akan melakukan optimalisasi perawatan gerbong kereta seiring dengan jumlah penumpang yang terus meningkat.

"Jadi tidak serta merta langsung 10, 20, 30 kereta dikonservasi (dipensiunkan), terus tiba-tiba keretanya (impor bekas) datang 30. Jadi kereta baru atau kereta bukan baru untuk kedatangannya bertahap," ujarnya.

Ihwal target penentuan kereta diretrofit atau dipensiunkan, Anne tak bisa menjelaskan lebih detail. Yang jelas, proses asesmen telah dilakukan saat ini.

"Mungkin tahapan-tahapannya akan dilakukan bersama dengan INKA. Yang pasti, kereta baru sudah datang mulai 2025," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement