Ahad 07 May 2023 14:43 WIB

Digitalisasi Dukung UMKM dalam Berbagai Hal

Digitalisasi UMKM bukan sekadar menggunakan teknologi untuk menjual produk.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Gita Amanda
Acara bazaar UMKM Brilian yang diadakan BRI KC Kramat Jati di BRI Unit Ciracas dalam acara Panen Hadiah Sipmpedes.
Foto: Dwina Agustin/REPUBLIKA
Acara bazaar UMKM Brilian yang diadakan BRI KC Kramat Jati di BRI Unit Ciracas dalam acara Panen Hadiah Sipmpedes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Digitalisasi memiliki peranan penting bagi perkembangan Usaha Micro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hanya saja digitalisasi UMKM bukan sekadar menggunakan teknologi untuk menjual produk agar mendapat keuntungan lainnya. 

Menurut Kepala Cabang BRI Kramat Jati Asep Suhendra menyatakan, BRI sudah mendorong digitalisasi dibanyak sisi dalam mendukung UMKM. Upaya ini sesuai dengan visi Bank Indonesia dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 dengan membawa 62,9 juta UMKM ke dalam ekonomi formal secara sustainable melalui pemanfaatan digitalisasi. 

Baca Juga

Manfaat digitalisasi yang paling banyak terlihat adalah mempermudah penjualan barang UMKM ke seluruh wilayah Indonesia. BRI dalam posisi ini memiliki pasar.id yang menampilkan produk-produk UMKM binaan dan nasabah agar bisa diakses oleh masyarakat umum secara luas. 

Tapi, Asep menjelaskan, digitalisasi pun terjadi dalam sistem pembayaran yang memiliki manfaat langsung, meski dilakukannya dengan langkah sederhana. "Keuntungannya mereka tidak perlu berikan uang kembalian, tidak memiliki risiko mendapatkan uang palsu, kemudian lebih mudah bertransaksi," katanya. 

 

BRI Cabang Kramat Jati mencoba mendorong UMKM agar menggunakan pembayaran digital dengan memanfaatkan QRIS. Upaya ini pun diakuin membantu UMKM milik nasabah BRI Cabang Kramat Jati dalam kemudahan bertransaksi dan melakukan pembukuan. 

"Iya membantu kami ini, karena kan langsung masuk rekening, datanya jelas terus tinggal digabung aja kalau ada yang bayar tunai," ujar salah satu pengagas kelompok petani anggur Grape 9 Faiq Dinda. 

Faiq menjelaskan, penggunaan QRIS membantu mereka melakukan pembukuan secara lebih mudah. Ditambah lagi, dengan pembayaran non-tunai ini membuat mereka tidak dibuat pusing untuk menyiapakan uang kembalian bagi pembeli produknya yang berupa jus, rempeyek, hingga bibit anggur.

"Kami selalu sarankan pembeli membayar dengan QRIS saat berjualan di bazar seperti ini," ujar Faiq.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement