Jumat 27 Feb 2026 13:29 WIB

Bursa Kripto CFX Pangkas Fee, Targetkan Transaksi Kembali ke Dalam Negeri

Volume perdagangan konsumen Indonesia di platform luar negeri cukup besar.

Aset kripto (ilustrasi).
Foto: Dok Republika
Aset kripto (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bursa kripto nasional menurunkan biaya transaksi hingga 50 persen mulai 1 Maret 2026. Langkah ini dilakukan sebagai strategi untuk menarik arus transaksi investor Indonesia yang selama ini mengalir ke platform luar negeri.

PT Central Finansial X atau CFX memangkas biaya dari 0,04 persen menjadi 0,02 persen, lalu kembali turun menjadi 0,01 persen pada 1 Oktober 2026. Kebijakan ini mengubah struktur biaya perdagangan aset kripto domestik menjadi jauh lebih kompetitif.

Baca Juga

Respons datang dari pelaku industri. CEO Indodax William Sutanto mengatakan, efisiensi biaya menjadi kunci keberlanjutan industri kripto dalam jangka panjang. Ia menjelaskan, salah satu masalah utama adalah struktur biaya yang dinilai lebih mahal sehingga mendorong konsumen bertransaksi di platform luar negeri yang tidak berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan.

“Struktur biaya yang lebih efisien dan kompetitif merupakan angin segar bagi industri aset kripto karena dapat mendorong frekuensi transaksi yang lebih tinggi. Hal tersebut juga dapat menarik kembali para konsumen yang selama ini bertransaksi di platform luar untuk kembali masuk ke dalam negeri. Jangka panjangnya, ini dapat memperdalam likuiditas pasar domestik serta membuat ekosistem kita menjadi lebih kompetitif dibanding pasar global,” jelas William di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Studi LPEM FEB UI mencatat volume perdagangan konsumen Indonesia di platform luar negeri yang tidak berizin mencapai 2,6 kali lipat dibanding platform berizin di dalam negeri. Data ini memperkuat kekhawatiran soal capital outflow di industri kripto.

Direktur Utama PT Kagum Teknologi Indonesia atau Ajaib, Adrian Sudirgo mengatakan, penyesuaian biaya merupakan bagian dari dinamika industri yang semakin kompetitif. “Dalam ekosistem yang semakin kompetitif, penyesuaian struktur biaya merupakan salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan oleh pelaku industri. Pada akhirnya, perkembangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi konsumen serta mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat,” ujar Adrian.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement