Kamis 06 Apr 2023 14:05 WIB

Jakcloth Ajang Masyarakat Beli Produk Pakaian Lokal

Jackcloth menjadi pameran busana produk lokal yang menyasar anak muda.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nora Azizah
Suasana Jakcloth di Jakarta.
Foto: undefined
Suasana Jakcloth di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak masyarakat membangun kesadaran mencintai dan membeli pakaian jadi atau clothing produksi dalam negeri. Menurutnya dari sisi kualitas, buatan lokal tidak kalah dengan produk luar negeri.

"Saya kira sudah bagus dan mampu bersaing, dari segi harga juga tidak terlalu menguras kantong. Tinggal bagaimana membangun sentimen atau kesadaran masyarakat untuk mencintai dan membeli busana lokal," ujar Teten Masduki saat membuka Pameran Jackcloth (Jakarta Clothing) Ramadan 2023 dan Muslim Market Indonesia (MMI) di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu malam (5/4/2023).

Baca Juga

Sebagai informasi, Jakcloth atau Jakarta Clothing merupakan pameran busana dengan segmen pasar anak muda hingga dewasa yang seluruhnya merupakan produk lokal. Pameran berlangsung pada 5-11 April 2023, ini tercatat penyelenggaraan ke-14 kali.

"Dengan pengalaman 14 tahun yang dalam setahunnya bisa menggelar 30 kali event, saya kira Jakcloth sudah sangat dipercaya, baik dari sisi tenant maupun konsumennya," jelas dia. Jakcloth, lanjutnya, sudah tumbuh dan merupakan ekosistem penting pameran pakaian jadi produk dalam negeri dan di pasarkan di dalam negeri, sehingga harus terus diperkuat, baik industri turunannya maupun pasarnya.

 

Menkop berharap, Jakcloth bisa semakin berkembang, sehingga bisa mengakses program pembiayaan pemerintah dalam hal ini Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kluster. Disebutkan, melalui KUR Klaster setiap orang bisa mendapatkan pembiayaan hingga Rp 500 juta.

"Tentu harus ada badan hukumnya yaitu koperasi. Saya ambil contoh di Bali ada toko oleh-oleh Krisna, dimana di dalamnya ada supplier barang dagangannya sekitar 360 UMKM, mereka itu lalu membentuk koperasi dan lantas dihubungkan dengan KUR Klaster," ungkapnya.

Jadi, lanjut Teten, nantinya para tenant Jakcloth bisa mengambil itu juga. Pengalaman 14 tahun dan 30 event dalam setahun baginya, sudah menunjukkan kestabilan produksi. 

"Nanti kita coba Jakcloth menjadi bagian dan piloting KUR kluster," tegasnya. Meski begitu, Teten mengingatkan, Jakcloth maupun produsen pakaian dalam negeri agar terus memperhatikan pengembangan Research & Development (R&D), mengingat gaya hidup termasuk busana, cepat sekali berubah atau sangat dinamis.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement