Rabu 05 Apr 2023 16:30 WIB

Bappebti Segera Ukur Literasi Perdagangan Berjangka

Selama ini, belum pernah ada indeks literasi perdagangan berjangka komoditi.

Logo Bappebti. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko menyampaikan akan melakukan pengukuran literasi guna mengetahui sejauh mana masyarakat memahami tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).
Foto: Bappebti.go.id
Logo Bappebti. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko menyampaikan akan melakukan pengukuran literasi guna mengetahui sejauh mana masyarakat memahami tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko menyampaikan akan melakukan pengukuran literasi guna mengetahui sejauh mana masyarakat memahami tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).

"Dalam waktu dekat kami akan melakukan pengukuran literasi atau indeks literasi, karena selama ini belum terukur. Ini untuk mengetahui posisinya seperti apa, nanti tahun depan kita bikin lagi agar tahu progresnya," ujar Didid.

Baca Juga

Didid mengatakan, sepanjang Maret 2023 Bappebti mengadakan Bulan Literasi PBK guna meningkatkan literasi terhadap perdagangan berjangka komoditi agar nasabah siap dengan risiko yang dihadapi. Bulan Literasi PBK diikuti kurang lebih satu juta viewer baik yang hadir secara langsung maupun daring.

Kehadiran satu juta peserta ini diharapkan dapat menjadi corong untuk menyebarkan pengetahuan akan perdagangan berjangka komoditi sehingga tidak ada lagi nasabah yang merasa ditipu karena tidak memahami cara kerjanya.

 

"Lebih dari satu juta peserta atau viewer yang aktif mengikuti. Ini suatu hal yang sangat bagus. Dengan semakin banyak yang tahu PBK, harapannya semakin banyak yang lebih memahami. Ini hanya penutupan formal, yang penting adalah setelah ini apa," kata Didid.

Didid berharap, citra negatif terhadap perdagangan berjangka komoditi dapat semakin terkikis setelah terbukanya pemahaman baru di masyarakat. Dengan begitu, industri perdagangan berjangka komoditi di Indonesia mampu semakin berkembang.

"Saya berharap ini berjalan terus agar masyarakat semakin percaya pada kita maka industri ini akan semakin membaik, dan pelaku industrinya akan memperoleh manfaat yang lebih baik lagi. Ini tanggung jawab kita bersama," katanya.

 

sumber : ANTARA
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement