Rabu 29 Mar 2023 08:22 WIB

PLN Ingin Jadikan Isi Daya Kendaraan Listrik Jadi Gaya Hidup Baru

Diharapkan masyarakat bisa mengisi daya kendaraan listrik sambil beraktivitas lainnya

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo ingin menjadikan isi daya kendaraan listrik sebagai gaya hidup baru dengan membangun pola waralaba terhadap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo ingin menjadikan isi daya kendaraan listrik sebagai gaya hidup baru dengan membangun pola waralaba terhadap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo ingin menjadikan isi daya kendaraan listrik sebagai gaya hidup baru dengan membangun pola waralaba terhadap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Darmawan menjelaskan pihaknya akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membangun SPKLU di tempat-tempat strategis seperti hotel, mal, area perkantoran, hingga kedai kopi.

Baca Juga

"Kami juga merancang suatu 'franchising' sehingga kami bisa bekerja sama dengan pihak ketiga. Terutama yang punya lahan-lahan di tempat strategis. Sehingga nanti untuk motor listrik, mobil listrik sendiri ini menjadi suatu gaya hidup baru," ucap Darmawandi Jakarta, Selasa (28/3/2023).

Masyarakat nantinya bisa mengisi daya kendaraan listrik mereka sambil melakukan aktivitas lainnya, seperti berbelanja, mengurus keperluan di kantor, atau menikmati kopi di kedai-kedai kopi.

Selain itu, Darmawan mengatakan pihaknya juga berupaya untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi kepada para pengemudi ojek daring yang menggunakan sepeda motor listrik dengan menghadirkan lebih banyak Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Dengan demikian, para pengemudi ojek daring tidak perlu lagi mengisi daya sepeda motor listrik dengan waktu berjam-jam. Mereka cukup menukar baterai kosong dengan baterai yang telah terisi penuh di SPBKLU tersebut.

"Untuk yang ojek nanti kemana pun bergerak, nanti tidak perlu mengecas lagi, tapi mengganti baterai. Kalau mengecas mungkin butuh waktu 4 jam kan, agak sulit juga operasionalnya. Nah, kalau mengganti baterai hanya sekitar dua sampai tiga menit seperti isi bensin biasa," kata dia.

Lebih lanjut, Darmawan mengatakan pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia sangat besar. Peralihan kendaraan dari bermesin bensin menjadi listrik merupakan keniscayaan lantaran masyarakat sudah mulai teredukasi bahwa kendaraan ramah lingkungan tersebut memiliki banyak keunggulan.

"Ini adalah perubahan yang besar dan ini adalah keniscayaan, karena apa? Karena biaya operasionalnya jauh lebih murah dan emisi gas rumah kacanya juga jauh lebih rendah. Maka ini juga bukan penghematan saja, tetapi ini juga bagaimana kita menyelamatkan bumi dari pemanasan global," kata Darmawan.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement