Selasa 14 Mar 2023 10:57 WIB

Runtuhnya Silicon Valley Bank Berdampak ke Startup dan Keuangan di Cina

Kondisi SVB sekarang memicu kekhawatiran di kalangan pemodal ventura.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
 Seorang petugas berdiri di pintu masuk ke lokasi cabang Silicon Valley Bank, Senin (13/3/2023), saat nasabaht berbaris di luar bank, di Wellesley, Mass.
Foto: AP Photo/Steven Senne
Seorang petugas berdiri di pintu masuk ke lokasi cabang Silicon Valley Bank, Senin (13/3/2023), saat nasabaht berbaris di luar bank, di Wellesley, Mass.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kegagalan Silicon Valley Bank (SVB) Financial Group juga memberikan dampak ke perusahaan startup dan bisnis ventura Cina. Pasalnya, SVB selaku pemberi pinjaman adalah jembatan antara modal Amerika Serikat (AS) dan pengusaha Cina.

Diketahui, saham SVB sudah dihentikan pada Jumat lalu. Sedangkan saham bank menengah AS lainnya semakin rugi besar akhir-akhir ini. Indeks bank regional S&P 500 turun 4,3 persen, membawa kerugiannya pekan ini menjadi 18 persen atau terburuk sejak 2008.

Baca Juga

SVB diketahui membangun bisnisnya dengan mendukung perusahaan startup dan bisnis ventura di, termasuk perusahaan teknologi dari Cina. Sistem daring yang diterapkan SVB saat membuka akun mempermudah perusahaan di luar AS untuk membuka akun di SVB.

Menurut salah satu pendiri startup teknologi Cina yang tidak mau disebut namanya, kondisi SVB sekarang memicu kekhawatiran di kalangan pemodal ventura dan perusahaan rintisan lain di Cina. Sumber tersebut mengaku pernah memiliki puluhan juta dolar AS di SVB.

 

"Sejak jatuhnya SVB, kami memindahkan sebagian besar dana, namun kami masih memiliki lebih dari 250 ribu dolar AS di SVB," kata dia dikutip dari CNBC, Selasa (14/3/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan, kemudahan yang ditawarkan SVB sebenarnya sangat diminati para pengusaha startup dan bisnis ventura di Cina. Karena, untuk membuka akun di SVB bisa dalam waktu sepekan.

"Sementara untuk membuka akun di bank besar di Cina seperti Standard Chartered, HSBC, Citi memiliki aturan yang ketat dan butuh waktu lama bieq sampai tiga sampai enam bulan," ungkapnya.

Sumber CNBC lainnya yang mendirikan perusahaan fintech dan dua perusahaan teknologi mengatakan pembukaan rekening yang cepat untuk perusahaan starup dan pemodal ventura menjadi kelebihan dari SVB. Hal ini karena bank mengizinkan investor untuk melihat dan menyetujui bagaimana startup menggunakan dana mereka. pada pembukaan rekening yang cepat untuk startup dan visibilitas untuk pemodal ventura.

"Kalau tidak ada SVB, itu akan merugikan industri teknologi karena tidak ada bank lain yang menyediakan dua fitur ini,” kata sumber itu.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement