Ahad 12 Mar 2023 10:17 WIB

Maskapai China akan Buka Rute ke Indonesia

AP II juga ingin mendorong peningkatan trafik internasional pascapandemi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Joko Sadewo
Drektur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin di Jakarta, Jumat (25/11/2022) menjelaskan rencana membuat bandara hub haji dan umrah yang meliputi Bandara Kualanamu, Soekarno-Hatta, dan Kertajati.
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Drektur Utama PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Muhammad Awaluddin di Jakarta, Jumat (25/11/2022) menjelaskan rencana membuat bandara hub haji dan umrah yang meliputi Bandara Kualanamu, Soekarno-Hatta, dan Kertajati.

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG -- PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) mengungkapkan dalam waktu dekat akan ada beberapa maskapai baru yang akan membuka penerbangan ke Indonesia. Maskapai yang baru akan membuka layanannya itu dari China, India, dan Malaysia.

"Yang sudah (siap) iya Indigo Airlines rutenya Delhi-Cengkareng. Indigo ini layanannya full service," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin usai menghadiri Airlines Gathering di Sheraton Belitung Resort, Jumat (10/3/2023).

Selain Indigo Airlines, Awaluddin mengungkapkan juga akan ada beberapa maskapai baru yang akan membuka penerbangan ke Indonesia. Dia menyebut maskapai tersebut berasal dari China.

Diungkapkan pula, maskapai dari Asia Tenggara juga akan membuka penerbangan ke Indonesia. "Jadi ada satu maskapai tapi tidak usah saya sebut ya yang kira-kira berpotensi karena dia juga memposisikan di segmen low cost carrier (LCC) dari Malaysia nanti sebentar lagi dia hadir," ungkap Awaluddin.

 

Dia menegaskan, pada dasarnya AP II juga ingin mendorong peningkatan trafik internasional pascapandemi. AP II juga pada 10-11 Maret 2023 berupaya menggelar Airlines Gathering dengan mengundang maskapai domestik dan internasional.

"Kebijakan entry point internasional belum terlalu leluasa. China baru dua bulan lalu awal Januari mulai membuka. China akan menjadi trigger karena populasinya besar," ungkap Awaluddin.

Dia menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19, AP II melayani 70 persen penerbangan domestik dan 30 persen internasional. Awaluddin menuturkan, komposisi tersebut masih belum tercapai hingga saat ini.

"Kalau boleh dibilang kita itu sekarang untuk domestik masih mendominasi. Dominasi domestik kami sekarang sekitar 77 persen dan internasional menjadi 23 persen," ujar Awaluddin. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement