Jumat 27 Jan 2023 18:01 WIB

Jelajah Pelosok Nusantara, BI Edarkan Rupiah di Maluku Utara

BI menggandeng TNI AL untuk mengedarkan rupiah di Maluku Utara.

Sejumlah personel TNI AL berdiri di haluan KRI Dorang yang digunakan untuk Ekspedisi Rupiah Berdaulat di dermaga kapal Lantamal IX/Ambon di Kota Ambon, Maluku, Rabu (12/10/2022). Bank Indonesia (BI) menggandeng TNI-Angkatan Laut (TNI-AL) untuk mengedarkan uang rupiah di Maluku Utara (Malut) masuk wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) karena kondisi geografis daerah yang memiliki ribuan pulau.
Foto: ANTARA/FB Anggoro
Sejumlah personel TNI AL berdiri di haluan KRI Dorang yang digunakan untuk Ekspedisi Rupiah Berdaulat di dermaga kapal Lantamal IX/Ambon di Kota Ambon, Maluku, Rabu (12/10/2022). Bank Indonesia (BI) menggandeng TNI-Angkatan Laut (TNI-AL) untuk mengedarkan uang rupiah di Maluku Utara (Malut) masuk wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) karena kondisi geografis daerah yang memiliki ribuan pulau.

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Bank Indonesia (BI) menggandeng TNI-Angkatan Laut (TNI-AL) untuk mengedarkan uang rupiah di Maluku Utara (Malut) masuk wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) karena kondisi geografis daerah yang memiliki ribuan pulau.

"Guna menjawab tantangan ini, BI bekerja sama dengan TNI-AL melakukan pengedaran uang Rupiah di wilayah 3T kepulauan mengingat TNI AL memiliki armada yang dapat menjangkau wilayah 3T dan merupakan institusi yang bertugas menjaga kedaulatan NKRI sehingga dapat membantu keterbatasan BI dalam melaksanakan tugas pengedaran uang Rupiah serta menjaga uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara di seluruh wilayah NKRI," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono usai Kick Off Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2023 di Ternate, Jumat (27/1/2023).

Baca Juga

Erwin menyebut, sesuai Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia diberikan tugas dan kewenangan dalam melakukan pengelolaan uang rupiah mulai dari tahapan perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan, sampai dengan pemusnahan. Ini dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menjamin tersedianya uang rupiah yang layak edar, denominasi sesuai, tepat waktu sesuai kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, kerja sama antara BI dan TNI AL dalam mendukung tugas pengedaran uang rupiah di wilayah 3T khususnya di kepulauan telah dimulai sejak 2012. Hingga saat ini telah dilaksanakan 92 kali kegiatan penukaran uang melalui Layanan Kas Keliling Wilayah 3T dengan menjangkau sebanyak 480 pulau. Mulai 2022, cakupan kerja sama BI dan TNI AL yang mengusung tema Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) diperluas dan ditingkatkan kualitasnya melalui pelaksanaan berbagai program yang lebih terpadu, yang meliputi Layanan Kas Keliling, Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, dan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

 

Bahkan, mulai tahun ini, cakupan kerja sama BI dan TNI AL semakin diperluas dengan kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam melakukan penyaluran zakat, infak, dan sedekah Bakti Kesehatan oleh TNI AL berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis kepada masyarakat kepulauan 3T yang dikunjungi selama ERB.

"Pada 2023, program ERB akan dilaksanakan sebanyak 17 kali kegiatan yang mencakup 17 Provinsi dengan target kunjungan 85 pulau di wilayah 3T," ujarnya.

Kegiatan ERB Provinsi Malut dilaksanakan pada 27 Januari sampai dengan 1 Februari 2023 yang akan mengunjungi pulau terluar yaitu Pulau Taliabu, Pulau Sula, Pulau Obi, Pulau Bacan dan Pulau Mayau dengan menggunakan KRI Teluk Weda-526.

Tim ERB kali ini mengikutsertakan sebanyak 30 orang yang terdiri atas pejuang rupiah dan pegawai Departemen Komunikasi dari Bank Indonesia, insan media lokal dan nasional, serta perwakilan Baznas yang bersinergi dalam ERB untuk menyalurkan ZIS kepada masyarakat yang dikunjungi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement