Senin 07 Nov 2022 12:36 WIB

China Perbaiki Kebijakan demi Dorong Investasi Swasta

China akan terus memperbaiki kebijakan yang mendorong investasi swasta.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Komisi Pengembangan dan Reformasi Nasional China (NDRC) mengeluarkan notifikasi yang mengatakan akan terus memperbaiki kebijakan yang mendorong investasi swasta.
Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein
Komisi Pengembangan dan Reformasi Nasional China (NDRC) mengeluarkan notifikasi yang mengatakan akan terus memperbaiki kebijakan yang mendorong investasi swasta.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Komisi Pengembangan dan Reformasi Nasional China (NDRC) mengeluarkan notifikasi yang mengatakan akan terus memperbaiki kebijakan yang mendorong investasi swasta. Langkah terbaru Beijing itu demi menopang ekonomi yang goyah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Perekonomian terbesar kedua di dunia menunjukkan pertumbuhan yang mengejutkan pada kuartal ketiga tahun ini. Pemulihan di China masih dibayangi krisis properti, lemahnya konsumsi dan pembatasan peraturan Covid-19.

Dalam notifikasinya NDRC mengatakan akan meningkatkan kebijakan untuk menstimulasi vitalitas investasi swasta, menstabilkan ekspektasi pasar dan menambah peluang kerja. "Sebab investasi swasta mencakup lebih dari setengah dari total investasi sosial," kata NDRC dalam notifikasi tersebut, Senin (7/11/2022).

NDRC mengatakan perusahaan swasta akan mendapat insentif berinvestasi di 102 proyek besar di berbagai bidang. Mulai dari transportasi, konservasi air, dan reduksi karbon.

Beijing juga mengatakan, akan mendorong pengembangan platform ekonomi yang fokus pada investasi proyek-proyek penting. Seperti kecerdasan artifisial, komputasi awan, dan blockchain.

Perusahaan milik pemerintah pusat akan didorong untuk menggunakan produk-produk dan teknologi baru perusahaan swasta. Pekan lalu pembuat kebijakan berjanji pertumbuhan akan masih menjadi prioritas dan mereka akan menekannya dengan reformasi.

Pernyataan ini tampaknya untuk meredakan kekhawatiran pada masa jabatannya yang baru Presiden Xi Jinping akan lebih menekankan pada ideologi. Selain itu, pembatasan Covid-19 yang belum dicabut terus berdampak pada ekonomi.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement