Selasa 17 May 2022 03:24 WIB

Didukung Sinergi GOTO, Saham ARTO Dinilai Prospektif

Analis menilai ARTO mendapat manfaat melalui sinergi dengan ekosistem GOTO

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Kinerja saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dinilai cukup prospektif. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Paula Ruth Prawinoto mengatakan beberapa faktor positif mendukung kinerja ARTO mulai dari pertumbuhan yang cepat, kemitraan dengan emiten teknologi besar dalam negeri (GOTO), serta manajemen yang solid.
Foto: Republika/Idealisa masyrafina
Kinerja saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dinilai cukup prospektif. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Paula Ruth Prawinoto mengatakan beberapa faktor positif mendukung kinerja ARTO mulai dari pertumbuhan yang cepat, kemitraan dengan emiten teknologi besar dalam negeri (GOTO), serta manajemen yang solid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dinilai cukup prospektif. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Paula Ruth Prawinoto mengatakan beberapa faktor positif mendukung kinerja ARTO mulai dari pertumbuhan yang cepat, kemitraan dengan emiten teknologi besar dalam negeri (GOTO), serta manajemen yang solid. 

Selain itu, peningkatan adopsi produk perbankan digital juga menjadi faktor positif bagi ARTO. Paula memperkirakan ARTO akan membukukan pertumbuhan angka pengguna yang kuat pada 2022 sebesar 214 persen dan pada 2023 sebesar 73 persen. 

Dari sisi kinerja keuangan, ARTO juga berhasil membukukan laba bersih untuk pertama kalinya pada tahun lalu. Paula memproyeksi, ARTO akan mampu mencetak pertumbuhan bersih sebesar 11 persen year-on-year (yoy) pada tahun ini. 

"Kami memperkirakan ARTO akan tetap membukukan bottom-line (inti) yang positif di masa mendatang setelah mencetak laba pertama kalinya di 2021," kata Paula dalam risetnya dikutip Senin (16/5). 

Paula menilai ARTO juga akan mendapatkan manfaat melalui sinerginya dengan ekosistem GOTO. Salah satunya yaitu akuisisi pengguna yang lebih efisien dan pendekatan consumer centric yang lebih baik. 

Jika semua pengguna GOTO menjadi pengguna ARTO, Paula kami memperkirakan harga saham ARTO saat ini akan menyiratkan EV/user sebesar Rp 2 juta, masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata bank digital di negara-negara dengan penetrasi smartphone di bawah 70 persen. 

Paula melihat saham ARTO masih menjanjikan mengingat potensi manfaat jangka panjang dari bank digital dalam mengatasi kurangnya akses ke layanan perbankan atau sejenisnya bagi 51 persen masyarakat Indonesia.

Untuk jangka pendek, Paula memperkirakan volatilitas harga saham ARTO masih mungkin terjadi, di tengah kekehawatiran turunnya minat investor terhadap emiten teknologi dengan valuasi premium setelah pengumuman kenaikan suku bunga Fed di awal Mei.

Paula merekomendasikan beli saham ARTO dengan target harga Rp 10.100. Hingga penutupan perdagangan Jumat (13/5), saham ARTO berada di harga Rp 8.150. Sejak awal tahun, ARTO telah terdiskon sebesar 49,30 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement