Selasa 29 Mar 2022 22:07 WIB

Wapres Minta HIPMI Bangun Inkubasi Pengusaha Syariah di Daerah

Wapres menyebut inkubasi jadi kunci lahirnya pengusaha-pengusaha syariah

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Wakil Presiden Maruf Amin. Maruf Amin meminta peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) membuat gerakan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru berbasis syariah di berbagai daerah. Menurut Wapres, keberadaan pengusaha syariah diperlukan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah itu sendiri.
Foto: Dok. BPMI/Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin. Maruf Amin meminta peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) membuat gerakan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru berbasis syariah di berbagai daerah. Menurut Wapres, keberadaan pengusaha syariah diperlukan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah itu sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) membuat gerakan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru berbasis syariah di berbagai daerah. Menurut Wapres, keberadaan pengusaha syariah diperlukan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah itu sendiri.

"(Inkubasi pengusaha syariah) itu adalah kunci, sekaligus juga adalah memperbanyak jumlah pengusaha nasional yang tadi disampaikan oleh Ketua Umum. Pengusaha nasional yang syariah itu akan kita perbesar. Saya minta ada inkubasi-inkubasi dimunculkan," kata Wapres saat meresmikan Pembukaan HIPMI Shariah Conference 2022 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (29/3).

Wapres menjelaskan tiga program yang perlu dilakukan dalam mendukung ekonomi dan keuangan syariah. Pertama, menginkubasi pengusaha-pengusaha syariah yang belum ada. Kedua, lanjut Wapres, membesarkan pengusaha-pengusaha yang sudah eksis agar tidak berhenti usahanya.

Sementara ketiga, Wapres mengajak HIPMI untuk menghijrahkan pengusaha, yakni migrasi dari ekonomi konvensional ke ekonomi syariah.“Jadi, saya kira dengan demikian, dan itu saya kira tugas HIPMI itu. Jadi, ini yang akan menentukan kembali betul sekali adalah pengusaha. Itu kunci utamanya itu," katanya.

 

Wapres mengingatkan, tahun 2022 ini masih menjadi tahun ketidakpastian. Menurutnya, di satu sisi berbagai indikator ekonomi membaik pada 2021, tetapi di sisi lain, pertumbuhan ekonomi global masih diproyeksikan tersendat hingga 2023.

Menurut World Bank Global Economics Prospect, ekonomi global tumbuh dari 5,5 persen di 2021, menjadi 4,1 persen di 2022, dan 3,2 persen di 2023. Sedangkan, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berkisar 4,7 sampai 5,5 persen.

Untuk itu, Wapres berpesan kepada para pengusaha yang hadir dalam acara tersebut untuk memanfaatkan momentum ini dengan terus mengembangkan usaha, baik syariah atau bidang-bidang lainnya.

"Dengan demikian, ekonomi dan keuangan syariah akan terus berkembang tidak hanya menjadi sebuah lentera tetapi akan menyala lebih besar menjadi obor penerang perekonomian nasional," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement