Senin 10 Jan 2022 16:05 WIB

Kemendag Siapkan Infrastruktur Digital untuk UKM Selama Perhelatan G20

Infrastruktur digital untuk meningkatkan peran UKM saat G20.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
G20 Presidency of Indonesia
Foto: g20-indonesia.id
G20 Presidency of Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan pemerintah akan memperkuat infrastruktur ekonomi digital guna meningkatkan peran strategis usaha kecil dan menengah (UKM) di saat Indonesia menjadi Presidensi G20.

"Pemerintah memperkuat infrastruktur ekonomi digital, meningkatkan pemanfaatan digitalisasi, dan penguatan enabler, seperti standar pembayaran lintas batas negara, serta prinsip-prinsip pengembangan untuk mengoptimalkan ekspor UKM," kata Jerry dalam Siaran Pers Kemendag, Senin (10/1/2022).

Baca Juga

Jerry mengungkapkan, G20 adalah momentum bagi Indonesia untuk menilik kembali daftar agenda prioritas dan memastikan agenda prioritas tersebut menyampaikan pesan-pesan yang mewakili negara berkembang. Selain itu, pemerintah juga perlu tetap mengedepankan kolaborasi sesuai dengan tema G20 recover together, recover stronger.

"Salah satu agenda pembuka G20 yaitu Sherpa Track Presidensi Indonesia yang diadakan pada Desember 2021 lalu, pemerintah juga fokus memasukkan kegiatan-kegiatan yang bertujuan memberdayakan UKM, antara lain mendorong digitalisasi UKM, pelatihan dalam rangka peningkatan keterampilan UKM, dan mendorong berbagai kebijakan pro UMKM seperti, pembiayaan ultra mikro," jelas Jerry.

Ketua Umum Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (Kopitu), Yoyok Pitoyo berharap lokapasar di G20 dapat dirasakan secara konkret bagi pelaku UKM khususnya anggota Kopitu.

"Lokapasar di G20 nanti diharapkan tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga dapat dirasakan para pelaku UKM, contohnya dalam membuat keringanan tarif masuk ke negara-negara G20," ucap Yoyok.

Sekretariat Sherpa G20 Indonesia Hadianto menyebutkan tantangan UKM untuk go global yaitu regulasi dan pembiayaan, teknologi, dan pemasaran. Sehingga, UKM menjadi prioritas dan sektor penting yang dibahas di G20.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo Tri Purnajaya menyampaikan, seperti Indonesia, UKM merupakan tulang punggung ekonomi di Jepang. KBRI terus mendorong para pelaku UKM untuk meningkatkan akses dan mempromosikan produk UKM Indonesia ke Jepang.

"Meski Jepang memiliki standar kualitas yang cukup tinggi, saya yakin peluang UKM kita untuk mengakses pasar Jepang masih sangat terbuka," kata Tri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement