Selasa 23 Nov 2021 18:37 WIB

Pertamina Genjot Proyek dan Investasi EBT dari Hulu ke Hilir

Investasi EBT Pertamina termasuk panas bumi dan ekosistem kendaraan listrik

Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat proyek dan investasi, PT Pertamina (Persero) terus mewujudkan komitmennya dalam menghadapi transisi energi, dengan menggenjot pelaksanaan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat mendukung target ketenagalistrikan nasional
Foto: Pertamina
Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat proyek dan investasi, PT Pertamina (Persero) terus mewujudkan komitmennya dalam menghadapi transisi energi, dengan menggenjot pelaksanaan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat mendukung target ketenagalistrikan nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat proyek dan investasi, PT Pertamina (Persero) terus mewujudkan komitmennya dalam menghadapi transisi energi, dengan menggenjot pelaksanaan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat mendukung target ketenagalistrikan nasional, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

Pada proyek pengembangan panas bumi, saat ini Pertamina melalui Pertamina Geothermal Energy (PGE) telah mengoperasikan 6 (enam) PLTP dengan total kapasitas sebesar 672 Mega Watt (MW) di  Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) ; WKP Kamojang, Garut Jawa Barat (235 MW), WKP Lahendong, Tomohon Sulawesi Utara (120 MW), WKP Sibayak, Sinabung Sumatra Utara (12 MW), WKP Ulubelu Gunung Way Panas, Lampung (220 MW), WKP Karaha, Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat (30 MW) dan WKP Lumut Balai Muara Enim, Sumatra Selatan (55 MW). Pertamina juga terus menggenjot proyek panas bumi di WKP lainnya dengan target dalam lima tahun ke depan akan meningkat 2 kali lipat menjadi 1.128 Megawatt pada tahun 2026. 

Baca Juga

“Secara konsisten Pertamina mendukung upaya Pemerintah untuk pengembangan geothermal agar dapat memaksimalkan sumber daya panas bumi di tanah air serta berkontribusi pada ketenagalistrikan nasional,”ungkap Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Selasa (23/11).

Proyek pembangkit yang mengandalkan EBT lainnya, Pertamina telah mengoperasikan pembangkit listrik dengan memanfaatkan sumber energi Biogas di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun Sumatra Utara. PLTBg berkapasitas 2,4 MW tersebut merupakan hasil kerja sama pengembangan energi Biogas dengan PT Perkebunan Nusantara III. 

Selama Kuartal III 2021, PLTBg Sei Mangkei sudah menghasilkan listrik sebesar 8 GWh. Dengan produksi listrik sebesar itu, PLTBg tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik industri KEK yang dikelola oleh PTPN III. 

Selain melakukan pengembangan bisnis PLTBg dengan PTPN Group, Pertamina melalui Subholding Power & NRE juga mulai bersiap mengembangkan bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa wilayah, termasuk di KEK Sei Mangkei yang saat ini sudah beroperasi dengan kapasitas sebesar 2 MWp.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement