Jumat 15 Oct 2021 16:48 WIB

Mentan Ingin Tingkatkan Food Estate Hortikultura Temanggung

Temanggung dinilai sebagai sentra komoditas cabai, kentang, bawang merah dan putih.

Rep: m nursyamsi/ Red: Hiru Muhammad
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto (kedua kiri) berdialog dengan sejumlah petani saat meninjau pertanian Asparagus (Asparagus officinalis) di persawahan desa Mangunsari, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2020). Kementerian pertanian melalui Ditjen Hortikultura mendukung pengembangan tanaman Asparagus di wilayah Temanggung karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan pangsa pasar luas yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Foto: ANTARA /ANIS EFIZUDIN
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto (kedua kiri) berdialog dengan sejumlah petani saat meninjau pertanian Asparagus (Asparagus officinalis) di persawahan desa Mangunsari, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2020). Kementerian pertanian melalui Ditjen Hortikultura mendukung pengembangan tanaman Asparagus di wilayah Temanggung karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan pangsa pasar luas yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi acara Kick-Off Pengembangan Food Estate dan inspeksi benih bawang merah dan bawang putih di Embung Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (15/10).

Mentan ingin memastikan Temanggung yang selama ini diketahui sebagai salah satu daerah sentra hortikultura agar bisa ditingkatkan, terutama dalam pengembangan food estate berbasis hortikultura."Temanggung dipilih karena dinilai eksis menjadi sentra produksi komoditas utama hortikultura seperti cabai, kentang, bawang merah serta bawang putih. Lokasinya berada di kawasan eksisting yang lahan budidayanya sudah ada," ujar Mentan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (15/10).

Selain itu, ucap Mentan, para petani Temanggung menurutnya sudah terbiasa melakukan budidaya hortikuktura dengan infrastruktur dasar kawasan yang memadai.

Ia kemudian mencontohkan food estate hortikultura yang ada di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dimana sebagian petaninya baru pertama kali menanam komoditas hortikultura tertentu namun sudah menunjukkan hasil yang memuaskan. "Saya yakin, Temanggung bisa lebih dari itu. Oleh karena itu harus ada sinergi dan kolaborasi dalam menyukseskan program ini termasuk kreatifitas," lanjut Mentan.

Terkait pembiayaan usahatani, Mentan berharap program ini tidak mengandalkan APBN atau APBD. "Kita punya fasilitas KUR yang dikelola Bank Himbara, dan bisa diakses oleh pelaku usaha termasuk petani hortikultura. Jumlahnya puluhan bahkan ratusan triliun, silahkan itu dimaksimalkan," ungkap Mentan.

Perwakilan dari Bank BRI yang turut hadir menyampaikan serapan KUR di Kabupaten Temanggung sampai September 2021 mencapai Rp 415 miliar, dari target Rp 387 miliar. Sementara untuk 2020, dari target sebesar Rp 287 miliar terealisasi sejumlah Rp 450 miliar.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement