Selasa 31 Aug 2021 07:59 WIB

Sandiaga Ajak Pelaku Ekraf di Padang Perkuat Kolaborasi

Kolaborasi ini upaya untuk bekerja sama meningkatkan inovasi.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ferry kisihandi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (kedua kanan) bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra (kanan) berbincang usai menandatangani prasasti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Kampung Minang Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Sabtu (28/8/2021).
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (kedua kanan) bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra (kanan) berbincang usai menandatangani prasasti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Kampung Minang Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Sabtu (28/8/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang, Sumatra Barat memperkuat kolaborasi untuk bersama-sama bangkit dari dampak akibat pandemi Covid-19. Sandiaga  mengatakan, pandemi memberi tantangan yang sangat besar terhadap perekonomian masyarakat. 

Kerja sama atau kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif dikatakannya menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk dapat membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja. 

"Kolaborasi ini upaya kita untuk bekerja sama meningkatkan inovasi dan pokok pikiran, juga membuka pikiran bahwa sejatinya kita tidak seharusnya untuk saling bersaing, tapi bersanding. Bukan saling berkompetisi, tapi berkolaborasi," kata Sandiaga, dalam siaran pers, Senin (30/8). 

Ia memberikan contoh saat melakukan lari pagi di Pantai Padang. Ia bertemu masyarakat yang mengeluhkan sedimentasi di pantai yang membuat ombak jadi berkurang sehingga mengurangi potensi wisata surfing wisatawan. 

"Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah berkolaborasi. Pelaku usaha di Pantai Padang menyasar para surfer pemula dan yang profesional di Mentawai. Jadi tidak berkompetisi dengan Mentawai, tapi berkolaborasi, berinovasi, juga beradaptasi. Jadi kita bisa buat travel pattern yang akan sangat menarik bagi wisatawan," ujarnya. 

Stimulasi berpikir seperti inilah yang coba dihadirkan Kemenparekraf bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dalam kegiatan KaTa Kreatif. Terlebih di Kota Padang yang memiliki potensi yang begitu besar. Tidak hanya di sektor pariwisata, tapi juga ekonomi kreatif. Utamanya di sektor kuliner dan fesyen. 

Workshop KaTa Kreatif akan dilaksanakan di 25 kabupaten dan kota di Indonesia. Padang merupakan kota ke-3 dalam penyelenggaraan KaTa Kreatif. Lewat kegiatan ini, Kemenparekraf berupaya menghadirkan satu ekosistem atau jejaring agar UMKM Kreatif dapat bangkit dan berkembang.  

"Ekonomi kreatif pada dasarnya adalah bagaimana kita memberikan nilai tambah. Melalui program ini diharapkan terstimulasi ide, gagasan, dan kreasi untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif. Karena untuk 1 dolar investasi di ekonomi kreatif, akan menghasilkan enam kali lipat jumlah lapangan kerja," kata Sandiaga. 

Wali Kota Padang, Hendri Septa, menjelaskan, ekonomi kreatif merupakan salah satu penopang perekonomian di Kota Padang. Tercatat ada 34 ribu pelaku UMKM di kota Padang dan 62,91 persen di antaranya bergerak di sektor kuliner dan fesyen 13 persen. 

Pendampingan dari Kemenparekraf akan semakin memperkuat visi kerja dari pemerintah Kota Padang untuk dapat mewujudkan peningkatan ekonomi kerakyatan. "Kami akan menjadikan ekonomi kreatif sebagai fokus ke depan, ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi kerakyatan berbasis komunitas," kata Hendri.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement