Rabu 31 Mar 2021 12:17 WIB

BEI Harapkan Vaksinasi Pelaku Pasar Modal Beri Rasa Aman

Presiden Jokowi meninjau langsung vaksinasi terhadap pelaku pasar modal dan perbankan

Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 sebelum diberikan ke penerima vaksin. (ilustrasi).
Foto: Antara/Umarul Faruq
Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 sebelum diberikan ke penerima vaksin. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengharapkan program vaksinasi untuk pelaku perbankan dan pasar modal yang dilaksanakan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (31/3), dapat memberikan rasa aman dalam melayani masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

"Harapannya dimulainya vaksinasi bagi perbankan dan pasar modal ini, untuk memberikan rasa aman dan mengurangi risiko dalam melayani masyarakat atau pelanggan sehingga menjadi sektor yang mendapatkan prioritas juga untuk dilakukan vaksinasi terlebih dahulu," ujar Hasan.

Baca Juga

Hasan mengatakan untuk pasar modal, vaksinasi hari ini dilakukan terbatas untuk karyawan di lingkungan Organisasi Regulator Mandiri atau SRO, perusahaan efek atau sekuritas, serta perwakilan dari lembaga dan profesi penunjang pasar modal. Setiap perwakilan pasar modal yang divaksinasi hari ini tetap mengikuti ketentuan Kementerian Kesehatan, yaitu dengan mendaftarkan atau membawa dua lansia untuk juga dilakukan vaksinasi hari ini.

"Untuk SRO sendiri perwakilan dari kalangan karyawan dan prioritas adalah karyawan yang berada di frontline atau gugus depan, yang fungsinya mengharuskan interaksi dengan pihak eksternal," kata Hasan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung vaksinasi secara masif yang dilakukan terhadap pelaku industri perbankan dan pasar modal tersebut. Presiden Jokowi menjelaskan petugas perbankan dan pasar modal yang setiap hari berinteraksi secara langsung dengan nasabah, akan menjadi prioritas untuk diberikan vaksin Covid-19.

Dengan vaksinasi Covid-19 terhadap petugas di industri jasa keuangan, Presiden Jokowi berharap aktivitas sektor finansial dapat segera pulih, dan beroperasi normal secara aman. Presiden menyebutkan industri perbankan dan pasar modal menjadi sektor yang sangat penting untuk menggerakkan perekonomian. 

Terlebih saat ini, ketika kontribusi perbankan dan pasar modal sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi domestik.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement