Rabu 10 Feb 2021 11:01 WIB

BTPN Syariah Tumbuh Disokong Nasabah Prasejahtera Tangguh

Upaya pendampingan BTPN Syariah jadi pendorong ketangguhan nasabah saat pandemi

Warni, salah satu nasabah pembiayaan BTPN Syariah yang berhasil mengembangkan usaha penjualan ikan asinnya di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (14/2). Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo meyakini dalam melayani segmen prasejahtera produktif, langkah berkesinambungan dalam memberdayakan yang telah dilakukan lebih dari satu dekade menjadi salah satu faktor penting. Khususnya dalam membantu menghadapi situasi sulit nasabah seperti di masa pandemi ini.
Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Warni, salah satu nasabah pembiayaan BTPN Syariah yang berhasil mengembangkan usaha penjualan ikan asinnya di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (14/2). Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo meyakini dalam melayani segmen prasejahtera produktif, langkah berkesinambungan dalam memberdayakan yang telah dilakukan lebih dari satu dekade menjadi salah satu faktor penting. Khususnya dalam membantu menghadapi situasi sulit nasabah seperti di masa pandemi ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga akhir tahun 2020,  Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 9,5 Triliun. Angka ini tumbuh 6 persen dibandingkan periode sebelumnya Rp 9 triliun. 

Pertumbuhan pembiayaan yang sehat ini juga disertai dengan kualitas pembiayaan yang baik, BTPN Syariah berhasil menjaga NPF (Non Performing Financing) di posisi 1,9 persen.

Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo meyakini dalam melayani segmen prasejahtera produktif, langkah berkesinambungan dalam memberdayakan yang telah dilakukan lebih dari satu dekade menjadi salah satu faktor penting. Khususnya dalam membantu menghadapi situasi sulit nasabah seperti di masa pandemi ini. 

Hubungan yang dijalin secara intensif serta terukur dari para #bankirpemberdaya di lapangan yang  disebut “community officer” menumbuhkan kepercayaan yang positif di diri nasabah bahwa mereka bisa menghadapi tantangan dengan optimis dan tangguh bersama di masa pandemi ini. 

“Pelan tapi pasti, kami menyaksikan nasabah kami terus bergerak menjadi adaptif, kreatif, positif dan pantang menyerah dalam menghidupkan kembali maupun menjalankan usahanya. Upaya kami sejak awal dalam membangun empat perilaku unggul (BDKS) yaitu Berani, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu menjadi amunisi mereka dalam menjalani usaha di tengah pandemi," ucap Hadi, Rabu (10/2).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement