Jumat 18 Dec 2020 22:11 WIB

Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diperkirakan Turun 80%

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, siapkan Posko Monitoring Nataru.

Rep: Silawati (swa.co.id)/ Red: Silawati (swa.co.id)
.
.

Mengantisipasi lonjakan lalu lintas udara pada periode libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru), Manajemen PT Angkasa  Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali menyiagakan Posko Monitoring Nataru yang  dioperasikan  untuk mengawal pergerakan penumpang dan pesawat udara selama periode libur akhir tahun ini.

“Posko monitoring ini akan beroperasi selama 24 hari, yaitu dari tanggal 18 Desember 2020, atau satu pekan sebelum Hari Raya Natal 2020, hingga tanggal 10 Januari 2021,” ungkap General Manager PT Angkasa  Pura I  (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry A.Y. Sikado,  Kamis (17/12). 

Di tengah situasi pandemi Covid-19 keberadaan posko monitoring ini menurut Herry akan semakin penting, mengingat potensi lonjakan arus penumpang pesawat udara yang akan keluar masuk Bali dalam musim liburan akhir tahun ini. "Kami mengantisipasinya dengan menyiagakan posko monitoring ini,” lanjut Herry.

Untuk operasional posko monitoring tersebut, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola pintu gerbang udara Bali menyiagakan 1.677 personel untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa bandar udara selama periode libur akhir tahun ini.

Selain menyiagakan personel, kapasitas terminal bandar udara jiga ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang.

“Selama situasi pandemi, kapasitas terminal yang kami fungsikan adalah sebesar 50 persen dari kapasitas optimal terminal. Selama operasional posko ini, kapasitas kami tingkatkan. Terutama untuk terminal domestik, dari sebelumnya yang difungsikan untuk melayani 18 penerbangan setiap jamnya, kini menjadi 26 penerbangan per jam. 14 penerbangan kedatangan, dan 12 keberangkatan,” ujar Herry.

Peningkatan kapasitas terminal ini ditujukan pula untuk melayani penerbangan ekstra (extra flight) yang diajukan oleh maskapai penerbangan. “Hingga saat ini kami sudah menerima kurang lebih total 434 pengajuan extra flight --124 flight dari Air Asia, dan 310 dari Citilink yang diperkirakan akan mengangkut 55 ribu penumpang.  Naik 18 persen dibandingkan tahun lalu yang mendapat 367 pengajuan,” tambahnya.

Selama 24 hari pelaksanaan posko monitoring, diperkirakan kurang lebih 350 ribu penumpang pesawat udara akan terlayani oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, dengan rincian sebanyak 177.606 penumpang datang dan 171.778 penumpang berangkat. 

Puncak kedatangan penumpang diperkirakan akan terjadi pada hari Jumat, 25 Desember,  dengan perkiraan jumlah kedatangan penumpang  11.726 jiwa.

Sedangkan  perkiraan puncak keberangkatan penumpang terjadi pada Selasa, 29 Desember, di mana diperkirakan sebanyak 12.922 penumpang akan keluar dari Pulau Bali.

“Dibandingkan dengan realisasi jumlah penumpang yang terlayani pada pelaksanaan Posko Nataru tahun lalu, perkiraan jumlah penumpang di Posko Nataru tahun ini masih cukup jauh selisihnya. Tahun lalu total 1,7 juta penumpang terlayani selama pelaksanaan posko, tahun ini diproyeksikan hanya sekitar 350 ribu. Turun 80 persen,” ungkap Herry.

Dengan dikeluarkannya SE Gubernur No. 2021 Tahun 2020, persyaratan untuk terbang ke Bali per tanggal 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, Herry menyatakan tentu akan mengalami perubahan. “Kami selaku pengelola bandar udara tetap berkomitmen untuk menjalankan aturan dari pemerintah, serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tanpa mengurangi dari kualitas layanan bagi pengguna jasa selama pelaksanaan posko monitoring ini,” ujar Herry.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement