REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengatakan kondisi pasar modal Indonesia perlahan mulai menunjukkan pemulihan setelah turun tajam pada Maret lalu. Perbaikan ini terjadi seiring pulihnya ekonomi global setelah dilonggarkannya kebijakan lockdown di sejumlah wilayah di dunia.
Menurutnya, perekonomian Indonesia yang tertekan di kuartal kedua telah mulai memasuki tahap pemulihan didorong oleh penerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ini menjadi sentimen positif bagi pasar modal.
"Penerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional menimbulkan sinyal positif sejumlah indikator ekonomi sejak Juli 2020," kata Airlangga dalam acara Capital Market Summit Expo (CMSE), Senin (19/10).
Airlangga menuturkan, kondisi pasar modal yang membaik ditunjukan oleh menurunnya yield obligasi pemerintah untuk tenor 10 tahun ke level 6,74 persen per 15 Oktober 2020. Sejalan dengan sentimen positif tersebut Fitch telah mengafirmasi peringkat indonesia menjadi BBB pada 10 Agusutus lalu.
"Ini menunjukkan optimisme pada perekonomian Indonesia," kata Airlangga menambahkan.
Airlangga menambahkan, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah juga menunjukan peningkatan hingga mencapai level masing-masing 5.105 dan 14.690 pada 15 oktober 2020. Kinerja IHSG didorong oleh peningkatan indeks saham sektoral, salah satunya sektor industri dasar mengalami pemulihan indeks sejak penurunan di Maret.
Sejalan dengan itu, Airlangga juga optimistis kinerja dunia usaha akan terus mengalami peningkatan sampai dengan kuartal keempat 2020. Survey perbaikan dunia usaha menunjukan adanya perbaikan kinerja kegiatan di kuartal ketiga, sejalan dengan ini kapasitas produksi terpakai atau utilisasi industri serta penggunaan tenaga kerja mengalami peningkatan.
Industri pengolahan yang merupakan kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi menunjukan perbaikan di kuartal ketiga 2020 dan akan terus meningkat. Aktivitas industri ini terlihat dari meningkatnya impor bahan baku dan barang modal di September 2020.
Menurut Airlangga, momentum pemulihan ekonomi perlu dijaga dan ditingkatkan. Pemerintah sendiri telah menerapkan kebijakan kebijakan "gas dan rem" yang seimbang antara penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi," pungkasnya.