Ahad 08 Feb 2026 09:13 WIB

Pengusaha Muda Yogyakarta Diajak Perkuat Unit Usaha Kopdes Merah Putih

Kopdes Merah Putih jadi pemantik ekonomi daerah

Sejumlah pekerja melakukan pengecoran di lokasi pembangunan gerai fisik Koperasi Desa Merah Putih, Desa Tegowangi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan akan mempercepat pembangunan 80 ribu gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan cara menggandeng lintas kementerian yakni Kementerian Agraria, Badan Pengaturan BUMN, serta Kementerian Dalam Negeri sebagai upaya menggerakkan ekonomi desa melalui pengelolaan berbagai unit usaha khususnya di sektor pangan strategis.
Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Sejumlah pekerja melakukan pengecoran di lokasi pembangunan gerai fisik Koperasi Desa Merah Putih, Desa Tegowangi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan akan mempercepat pembangunan 80 ribu gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan cara menggandeng lintas kementerian yakni Kementerian Agraria, Badan Pengaturan BUMN, serta Kementerian Dalam Negeri sebagai upaya menggerakkan ekonomi desa melalui pengelolaan berbagai unit usaha khususnya di sektor pangan strategis.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, seluruh unit usaha Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang untuk memenuhi kebutuhan utama warga desa. Mulai dari gerai sembako, obat murah dan layanan klinik, hingga unit simpan pinjam.

Selain itu, Kopdes Merah Putih juga mengelola pergudangan dan distribusi logistik, dan dapat membuka usaha lain sesuai potensi lokal seperti pertanian, perikanan, peternakan, atau pariwisata.

"Intinya, koperasi desa menjadi pusat layanan ekonomi yang lengkap dan dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak Hipmi Yogyakarta bersinergi untuk memperkuat keberadaan Kopdes Merah Putih," ujar Ferry dalam acara Forum Bisnis Daerah 2026 yang diselenggarakan DPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DI Yogyakarta di Yogyakarta, Sabtu (7/1/2026).

Ferry memastikan produk-produk dari Hipmi Yogyakarta akan diprioritaskan untuk mengisi rak-rak dari Kopdes Merah Putih. "Bersama Hipmi, kita akan kurasi produk-produk lokal Yogyakarta dan merek-merek lokal lainnya, agar bisa secepatnya mengisi barang-barang di Kopdes Merah Putih," ucap dia.

Dalam hal ini, lanjut Ferry, pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator untuk memberi dukungan kepada koperasi sebagai inti ekosistem serta berkolaborasi dengan para mitra strategis guna mengembangkan koperasi moderen. Ferry menyoroti terobosan Kopdes Merah Putih yang juga dirancang untuk memotong rantai pasok yang panjang dan mahal, sehingga nilai tambah tidak lagi berhenti pada para perantara, tetapi kembali kepada produsen dan masyarakat desa.

"Dengan menghadirkan Koperasi Hub dan Kopdes Merah Putih sebagai simpul penghubung, distribusi menjadi lebih efisien, harga lebih terjangkau, dan kesejahteraan pelaku usaha rakyat meningkat," papar Ferry.

Ferry menambahkan, langkah yang diambil untuk mengetahui potensi lokal tersebut, dimulai dari pemetaan potensi ekonomi, optimalisasi dengan mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi produktif, hingga pemanfaatan bagi kesejahteraan masyarakat.

"Kopdes Merah Putih berperan sebagai hub ekonomi lokal yang menyerap hasil produksi anggota, mengelola distribusi, dan menjalankan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah," ucap Ferry.

Melalui Hub Kopdes Merah Putih Kabupaten/Kota, produk dipasarkan ke BUMN, swasta, koperasi lain, dan industri dengan dukungan pembiayaan lembaga keuangan. "Skema ini memberikan kepastian pasar bagi anggota sekaligus memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan," kata Ferry.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement