Rabu 22 Jul 2020 19:19 WIB

Survei: 57 Persen UKM Dapat Pelanggan Baru di Masa Pandemi

57,2 persen UKM mengaku mengalami kendala pesanan yang dadakan

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
Seorang pedagang mengemas kerupuk kulit dagangannya di mobil sekaligus kios berjalan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (30/6/2020). Berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Paxel menyebut 57 persen mengalami peningkatan jumlah pelanggan baru di tengah pandemi Covid-19.
Foto: ANTARA/FB Anggoro
Seorang pedagang mengemas kerupuk kulit dagangannya di mobil sekaligus kios berjalan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (30/6/2020). Berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Paxel menyebut 57 persen mengalami peningkatan jumlah pelanggan baru di tengah pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform logistik digital, Paxel mengeluarkan hasil survei terbaru yang menyebut 57 persen mengalami peningkatan jumlah pelanggan baru di tengah pandemi Covid-19. Dalam laporan Paxel Buy and Send Insight II, disebutkan bahwa UMKM berupaya untuk adaptasi agar dapat bertahan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Sebanyak 39,99 persen mengurangi stok barang jualan dan 16,1 persen mengurangi karyawan karena toko offline yang ditutup," katanya dalam laporan yang dirilis, Rabu (22/7).

Baca Juga

Perubahan perilaku pun dialami juga oleh pembeli selama masa PSBB meskipun tidak drastis. Sebanyak 37,3 persen pelanggan tetap berbelanja dengan jumlah yang normal atau lebih sedikit. Namun mereka mengubah frekuensi belanja menjadi lebih sering.

Dengan kebutuhan yang berbeda, 28,3 persen dari customer membeli produk dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Tapi, mereka mengurangi frekuensi berbelanja menjadi lebih jarang dari sebelum masa PSBB.

Paxel Buy & Send Insight II juga menemukan bahwa salah satu cara UKM bertahan di tengah pemberlakuan PSBB adalah dengan mengubah jenis produk yang dijual. Sebanyak 52 persen UKM membanting setir beralih menjual makanan beku (33,1 persen) dan berbagai jenis kue (17,1 persen) untuk beradaptasi di tengah pandemi.

COO Paxel, Zaldy Ilham Masita menyampaikan, survei Paxel Buy & Send Insight II ingin memotret kondisi terkini dan kebiasan UKM dalam memasarkan dan mengirim barang dagangan mereka selama masa PSBB. Terdapat beberapa adaptasi yang dilakukan UKM untuk survive di tengah Pandemi.

"Paxel telah membantu UKM dalam beradaptasi dengan menggaet lebih banyak pelanggan baru dan meningkatkan omzet jualan dengan layanan sameday delivery antar kota Paxel," katanya.

Dalam survei Paxel Buy & Send Insight II juga terungkap bahwa selain mengutamakan pengiriman yang cepat untuk kepuasan pelanggan dan perputaran uang lebih cepat, jasa Sameday Delivery antar kota juga membantu UKM menjangkau pelanggan baru. Sebanyak 57 persen UKM mengalami peningkatan jumlah pelanggan baru karena adanya jasa Sameday Delivery antar kota.

Hal ini dapat dipahami karena 57,2 persen UKM mengaku mengalami kendala pesanan yang dadakan, namun perlu dikirim segera. Sehingga jasa Sameday Delivery sangat membantu di tengah pandemi Covid-19.

Sementara 47,8 persen UKM lainnya mengalami kesulitan pengiriman karena lokasi penerima jauh dari lokasi penjual. Sehingga durasi pengiriman yang cepat membantu ketahanan barang khususnya bagi UKM makanan.

"Oleh karena itu, 40,5 persen UKM lebih mengutamakan kecepatan pengiriman, bahkan mau berkompromi dengan ongkos kirim," katanya.

UKM memilih untuk menggunakan jasa Sameday Delivery antar kota Paxel untuk mengantar 58,1 persen dari total penjualan online mereka. Jangkauan pengiriman barang sameday delivery Paxel yang bisa menjangkau antar kota menjadi alasan utama bagi para UKM (70 persen) menjadikan Paxel sebagai partner logistiknya, diikuti dengan ongkos kirim yang flat (66,2 persen).

Survei ini melibatkan 650 UKM penjual online di Indonesia, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagian besar atau 91,2 persen UKM penjual online yang disurvei adalah penjual makanan dan minuman yang selama ini mengandalkan jasa logistik Sameday Delivery seperti Paxel.

Kategori responden diantaranya 20,9 persen UKM sudah berjualan lebih dari dua tahun, sebanyak 24,2 persen berjualan online selama satu hingga dua tahun, dan sebanyak 44,9 persen sisanya baru berjualan online kurang dari satu tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement