Rabu 20 May 2020 23:11 WIB

Bangkok Bank Resmi Akuisisi Bank Permata

Permata Bank menyambut pemegang saham pengendali baru yaitu Bangkok Bank

Bank Permata (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Bank Permata (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Permata Tbk atau Permata Bank menyambut pemegang saham pengendali baru yaitu Bangkok Bank Public Company Limited atau Bangkok Bank yang telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bangkok Bank telah melakukan pengambilalihan atas 89,12 persen saham Permata Bank dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor dari Standard Chartered Bank dan Astra International.

"Kami percaya Bangkok Bank akan memberikan dukungan terbaik bagi Permata Bank untuk menjadi pemain yang kuat dalam lanskap perbankan Indonesia," kata Presiden Direktur Permata Bank Ridha DM Wirakusumah dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (20/5).

Ia juga mengucapkan apresiasi atas dukungan Standard Chartered Bank maupun Astra Internasional selama 16 tahun terakhir. Menurutnya, dua instansi besar tersebut telah berjasa membawa perseroan menjadi salah satu dari 15 bank terbesar di Indonesia.

"Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk kepemimpinan dan pengarahan dewan komisaris dari Astra International dan Standard Chartered Bank selama ini," kata Ridha.

Transaksi pengambilalihan ini tunduk pada Peraturan OJK Nomor 41/POJK.03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi dan Konversi Bank Umum dan peraturan lain yang berlaku.

Di tengah tantangan pandemi Covid-19, Permata Bank menutup kuartal I 2020 dengan kinerja yang stabil didukung oleh kerangka manajemen risiko dan tata kelola perusahaan yang kuat.

Dalam periode ini, Permata Bank masih membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 2,1 triliun atau tumbuh sebesar 15,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp 1,6 triliun atau tumbuh 15,5 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan kredit yang diberikan sebesar 5,7 persen (yoy).

Salah satu penunjang kinerja bank yang sangat baik ini adalah posisi likuiditas dan permodalan yang kuat. Ke depannya, Permata Bank akan fokus pada pengembangan bisnis ritel, perbankan syariah, wholesale, dan jaringan distribusi yang luas serta kemampuan teknologi digital terbaik.

"Kami akan fokus kepada penguatan kinerja bank untuk menuju pertumbuhan berkelanjutan yang lebih baik lagi," kata Ridha.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement