Jumat 24 Jan 2020 22:52 WIB

Menkop Ingin Pusat Layanan Usaha Berikan Pendampingan UMKM

PLUT dibangun untuk menyediakan pendampingan pelaku usaha UMKM

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
Foto: Antara/Adiwinata Solihin
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki ingin Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang dibangun oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM menyediakan pendampingan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pendampingan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM mengakses pembiayaan dan produksi.

Ia menjelaskan, PLUT dapat menjadi kantor regional dari Kemenkop UKM. Tujuannya memberikan konsultasi pengembangan usaha, sehingga pada akhirnya menjadi trading house bagi produk UMKM.

Teten menyebutkan, ada dua arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan UMKM. Pertama untuk sektor mikro yang jumlahnya hampir 98 persen dan umumnya berupa kegiatan usaha untuk kehidupan sehari-hari.

"Seperti bagaimana pelaku mikro berusaha membiayai keluarganya hingga menyekolahkan anaknya. Saat ini yang diperlukan bagaimana mereka punya modal kerja yang memastikan usaha mereka," kata dia melalui siaran pers, Jumat, (24/1).

Arah kebijakan kedua, lanjutnya, yakni mendorong pelaku UKM naik kelas dan tumbuh kembang. Menkop UKM mengatakan, Presiden Jokowi telah mengamanatkan pendekatan pembangunan ekonomi nasional ke depan akan berbasis UKM.

Maka target UKM naik kelas akan menjadi pondasi demi memperkuat ekonomi masyarakat. Di antaranya dengan mempermudah pembiayaan, mendorong ke pasar ekspor, sektor sekaligus masuk ke pasar global.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement