Rabu 22 Jan 2020 08:44 WIB

Berdikari Anggarkan Rp 44 Miliar untuk Bangun Kandang Ayam

Berdikari akan membangun kandang ayam galur murni dan ayam indukan

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Peternakan ayam
Foto: Antara
Peternakan ayam

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- PT Berdikari (Persero) menyiapkan modal sebesar Rp 44 miliar untuk pembangunan infrastrutkur kandang unggas. Pembangunan infrastruktur kandang dilakukan karena selama ini, operasional bisnis produksi unggas perseroan masih menggunakan kandang sewa.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Berdikari, Oksan Panggabean mengatakan, sebanyak dari alokasi modal itu, sebanyak Rp 24 miliar digunakan untuk membangun kandang ayam galur murni (grand parent stock/GPS) berkapasitas 18 ribu ekor di Malang, Jawa Timur. Sisanya, Rp 20 miliar untuk membangun kandang ayam indukan (parent stock/PS).

Baca Juga

"Untuk PS kita masih melihat lahan di daerah-daerah. Tapi kita sudah siapkan Rp 20 miliar. Pendanaan seluruhnya dari internal Berdikari, kita tidak ada PMN (penyertaan modal negara)," tuturnya, Selasa (21/1).

Ia mengakui, bisnis produksi unggas dengan menggunakan kandang sewa selama ini membuat biaya produksi jadi mahal. Perseroan memiliki unit pengembangan bibit GPS yang berlokasi di Pasuruan dan Tasikmalaya. Dua unit pengembangan itu beroperasi dengan mekanisme sewa kandang dengan kapasitas tampung populasi masing-masing 18 ribu ekor.

Selain itu, Berdikari juga memiliki unit pengembangan ayam indukan atau parent stock. Terdapat tiga unit yakni di Sukabumi dengan populasi 25 ribu ekor, Ciamis 90 ribu ekor, serta Malang 100 ribu ekor.

Adapun di tingkat hilir, Oksan menyatakan, Berdikari telah membeli satu unit Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Cirebon Jawa Barat kapasitas potong 1.500 ekor per jam. Pembelian RPHU itu telah direncanakan sejak tahun lalu.

Dengan begitu, perseroan akan menyerap produksi ayam broiler final stock dari peternak yang menjadi mitra perusahaan. Selain itu, tentu produksi ayam dari unit pengembangan yang dimiliki sendiri juga akan diserap oleh RPHU milik berdikari.

"Hasil dari RPHU kami akan dipasarkan ke industri hotel, restoran, dan katering serta pasar karkas," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement