Jumat 08 Nov 2019 07:55 WIB

Kemenhub Anggarkan Rp 2 T untuk Akses Destinasi Prioritas

Anggaran itu untuk meningkatkan kapasitas dan aksesibilitas transportasi destinasi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Penumpang berada di dalam Kereta Api (KA) Bandara di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Rabu (8/5/2019).
Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Penumpang berada di dalam Kereta Api (KA) Bandara di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Rabu (8/5/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun akses untuk membangun lima Bali baru yakni Labuan Bago, Borobudur, Danau Toba, Likupang, dan Mandalika. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menganggarkan Rp 2,95 triliun pada 2020 untuk meningkatkan kapasitas dan aksesibilitas transportasi laut, darat, perkeretaapian, dan udara di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tersebut. 

Dia merinci Rp 1,04 triliun untuk KSPN Danau Toba, Rp 1,25 triliun untuk KSPN Borobudur, dan Rp 40,3 miliar untuk KSPN Mandalika. Selanjutnya, anggaran sebesar Rp 435,04 miliar untuk KSPN Labuan Bajo dan Rp 129,89 miliar untuk destinasi unggulan Likupang. 

Baca Juga

“Bapak Presiden meminta kami untuk memastikan apa yang kami bangun dan kembangkan itu bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," kata Budi, Kamis (7/11). 

Dia menjelaskan untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenhub tidak bisa bekerja sendiri. Menurutnya, perlu kolaborasi dengan berbagai mitra kerja seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan melibatkan sektor swasta dalam pengembangan infrastruktur transportasi. 

Sebelumnya, Budi Karya mengungkapkan beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam membangun lima ibu kota baru. "Kita harus menyelesaikan pembangunan sehingga aksebilitas antarmoda terjadi di titik wisata," kata Budi.

Dia menjelaskan dengan diberikan waktu hanya satu tahun maka Kemenhub akan mengutamakan penyelesaian masalah yang lebih penting dahulu. Salah satunya, kata dia, mengenai pembangunan pelabuhan.

Budi mengatakan akan membangun pelabuhan baru di Labuan Bajo untuk memaksimalkan infrastruktur transportasi. "Jadi pelabuhan yang selama ini ada masih menyatu antara penumpang dengan pelabuhan logistik," tutur Budi.

Untuk itu, Budi mengatakan dari sekarang mulai mengupayakan pembebasan lahan dengan bekerja sama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Selain itu, Budi memastikan bandara di Labuan Bajo dan Likupang akan menggunakan operator mancanegara. 

"Di Likupang juga demikian, di tempat lain kita juga banyak membangun. Setelah itu, bagaimana memadukan antara kinerja sarana, pesawatnya, busnya, kereta apinya sesuai," ujar Budi.

Seperti di Yogyakarta, kata Budi, saat ini sudah dibangun Bandara Internasional Yogyakarta namun juga membangun kereta api dari Kulon Progo sampai Yogyakarta. Selain itu juga membangun jalur bus atau kereta api ke Borobudur.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement