Kamis 26 Sep 2019 17:57 WIB

MTF Salurkan Pembiayaan Syariah Rp 1,5 Triliun

Rasio pembiayaan macet atau non performing financing (NPF) MTF di bawah 1,00 persen.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya
Direktur Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo
Foto: Republika / Darmawan
Direktur Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri multifinance syariah masih mengalami tren penurunan pada tahun ini. Kendati begitu, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam pembiayaan syariah, dengan penyaluran Rp 1,5 triliun pada Agustus 2019.

Direktur Sales & Distribution MTF Harjanto Tjitohardjojo menjelaskan, pembiayaan kendaraan syariah dibukukan di Bank Syariah Mandiri (BSM). Adapun MTF sebagai servicing/Channel yang membantu BSM mengeksekusi pembiayaan syariah tersebut.

Baca Juga

"Pembiayaan Kendaraan Berkah/Syariah per Agustus 2019 sebesar Rp 1,5 triliun, naik dibanding Ags 2018 yang sebesar Rp 829 milliar," ujar Harjanto kepada Republika.co.id, Kamis (26/9).

Meskipun industri multifinance syariah tengah mengalami perlambatan, namun MTF optimistis akan membukukan Rp 2 triliun hingga akhir tahun ini. Sedangkan rasio pembiayaan macet atau non performing financing (NPF) di bawah 1,00 persen.

Beberapa strategi yang dilakukan BSM dan MTF antara lain dengan berpartisipasi dalam event atau pameran untuk memasarkan produk-produk di MTF, baik konvensional maupun syariah.

Selain itu, BSM juga secara serius menawarkan produk pembiayaan syariah ke para nasabahnya, baik perorangan maupun perusahaan. Untuk paket perusahaan yaitu car ownership program (COP), sedangkan produk lainnya yakni DP 30 persen dengan tenor 5 tahun.

"Target Kendaraan berkah tahun ini Rp 2 triliun. Sampai tahun depan penyaluran kami masih lewat BSM," kata Harjanto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement