Rabu 14 Aug 2019 13:41 WIB

Petani Demak Tanam dan Ekspor Kacang Hijau

Keuntungan mereka mencapai Rp 17 hingga 18 juta per hektare.

Red: EH Ismail
Kacang Hijau
Foto: Pixabay
Kacang Hijau

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Memanfaatkan lahan secara maksimal di saat musim kemarau ini petani tidak tinggal diam, ada yang tanam padi gogo, jagung, kedelai, sayuran dan lainnya. Salah satunya petani di Demak dengan menanam Kacang hijau dua puluhan hektar, sembari nunggu hujan ke depan. 

"Mereka memilik kacang hijau  karena berumur pendek, dua bulan sudah dipanen. Silakan petani menanam padi maupun palawija di saat musim gadu ini. Di Jawa Tengah juga akan tanam padi gogo sekitar 15 ribu hektar, ada juga jagung dan kedelai di bulan Agustus ini," demikian dikemukakan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi saat meninjau lahan pertanian di Desa Kadilangu, Kabupaten Demak, Rabu (14/8).

Secara nasional kacang hijau pada 2018 dihasilkan dari luas panen 197 ribu hektar dan hasil 234 ribu ton. Produktivitas bisa ditingkatkan bila dipupuk dengan optimal. Sentra produksi kacang hijau di Demak, Pati, Grobogan, Sumenep, Sampang, Gresik, Kediri, Garut, Cianjur, Sumbawa, Dompu, Jeneponto, Takalar dan lainya.

"Pasarnya bagus dan permintaan tinggi. Bahkan sudah diekspor. Data BPS Januari-Juni 2019 sudah ekspor kacang hijau segar 3.400 ton senilai Rp 42 miliar," jelasnya.

"Negara tujuan ekspor ke Jepang, Hongkong, Cina, Taiwan, Vietnam, Singapura, Philipina dan Timor Leste," pinta dia.

Sokiman, petani di Desa Kadilangu Kecamatan Demak Kabupaten Demak Jawa Tengah mengatakan sambil menunggu musim hujan nanti untuk tanam padi, ini ada celah waktu Musim Gadu dengan tanam kacang hijau , yang biayanya efisien atau murah hanya Rp 1,5 juta perhektar.

"Karena tanpa olah tanah hanya sebar benih 40 kg perhektar beberapa hari menjelang panen padi MK-II. Ini pakai varietas turun temurun biasa disebut varietas Bakti, kacangnya gede gede, ditempat lain ada pakai jenis Vima," ujarnya.

Kacang hijau dipanen pada umur 60 hari, hasilnya 1,5 ton perhektare senilai Rp 13.000 perkg, Keuntungan mereka mencapai Rp 17 hingga 18 juta perhektar.

"Kalau harga bagus bisa mencapai Rp 15.000 perkg. Pasar tidak sulit karena bakul jemput bola beli di sawah," ujarnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Sukirman mengatakan di tahun 2018, luas tanam kacang hijau mencapai 26 ribu hektar dan tahun sekarang sudah tanam lebih dari 25 ribu hektar se Kabupaten Demak. Varietas yang ditanam petani yakni Bakti dan Vima serta ada juga varietaa lainnya, ditanam di musim kemarau ini dengan biaya sangat efisien. 

"Harga berkisar Rp 13.000 hingga 20.000 per kilogram dan dipasarkan hingga Surabaya. Bahkan dari Demak sudah diekspor ke China dan Taiwan oleh PT Cahaya Bahari tahun lalu sekitar 50 kontainer," sebutnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement