Ahad 21 Apr 2019 09:31 WIB

Besok Uji Coba Distribusi Tertutup Gas Elpiji 3 Kg Dimulai

Distribusi tertutup gas elpiji 3 kilogram menggunakan kartu

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Pekerja menata tumpukan gas Elpiji tiga Kg bersubsidi di agen kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019).
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Pekerja menata tumpukan gas Elpiji tiga Kg bersubsidi di agen kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akan melakukan uji coba penyaluran LPG tiga kilogram atau gas melon secara tertutup. Uji coba ini nantinya melalui mekanisme dana subsidi yang langsung masuk ke rekening penerima subsidi.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar membenarkan hal tersebut. Hanya saja secara praktik, Arcandra mengatakan hal tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial dan TNP2K.

Baca Juga

Arcandra mengatakan dari uji coba yang dilakukan tersebut baru menjadi bahan evaluasi ESDM, Pertamina dan stakeholder lainnnya untuk kebijakan jangka panjang. "Fixed pakai Kartu. Hal ini subsidi tepat sasaran dan volume terkendali. ESDM bikin rumus sama formula. Tapi kalau untuk implementasi uji coba di Kemensos," ujar Arcandra, Ahad (21/4).

Dihubungi terpisah, Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan TNP2K, Ruddy Gobel mengatakan uji coba akan dilakukan pada Senin, 22 April. Tidak ada persiapan khusus kata Ruddy, sebab TNP2K sudah melakukan verifikasi dan persiapan sejak Desember lalu.

Uji coba yang dilakukan di 7 lokasi dan melibatkan 14.193 warga ini akan berjalan dua kali. Percobaan pertama pada Senin, 22 April dan yang kedua pada 2 Mei mendatang. Pada uji coba tahap pertama ini sebanyak 14,193 warga akan menerima Rp 20 ribu rekening masing masing sebagai bentuk subsidi elpiji.

"Proses sosialisasi, edukasi dan registrasi sudah selesai. Tanggal 22 itu dana sejumlah 20 ribu nanti sudah masuk ke rekening masing masing rumah tangga penerima manfaat, dan mereka sudah bisa melakukan transaksi pembelian LPG di merchant/toko yg ikut dalam uji coba," ujar Ruddy saat dihubungi Republika, Ahad (21/4).

Ruddy menjelaskan pada Senin esok tersebut dana yang akan masuk ke rekening penerima subsdi akan serentak. Hanya saja, dalam pelaksanaannya para penerimaan subsidi bisa kapan saja menggunakan dana tersebut sampai 15 Mei.

"Dananya masuk serentak di semua lokasi, tapi apakah langsung hari ini rumah tangga penerima manfaat melakukan transaksi mungkin berbeda-beda. Nanti tanggal 2 Mei masuk lagi penyaluran tahap dua. Penerima manfaat bisa memanfaatkan/melakukan transaksi pembelian LPG sampai 15 Mei," ujar Ruddy.

Ia menjelaskan di 7 kota yang menjadi lokasi uji coba sudah ada beberapa toko yang bekerjasama dengan TNP2K sebagai tempat pembelian LPG bersubsidi dengan sistem ini. Ia merinci, wilayah Bogor ada 13 toko, Kota Kediri 11 toko, Kota Jakarta Utara 94 toko, Kota Bukittinggi 14 toko, Gunung Kidul 11 toko, Kota Tomohon 12 toko dan Tangerang 17 toko.

"Setiap merchant atau toko telah dilatih pada awal April kemarin mengenai tata cara melakukan transaksi dengan aplikasi khusus," ujar Ruddy.

Uji coba ini juga melibatkan tiga Bank BUMN. Pertama, BRI yang akan mengakomodir distribusi dana di kota Bukittinggi, Tangerang dan Tarakan. Sedangkan Bank BNI akan mengakomodir distribusi dana di kota Jakarta Utara, dan Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk Bank Mandiri akan mengakomodir distribusi dana di Kabupaten Gunung Kidul dan Kota Kediri.

Ruddy menjelaskan usai melakukan uji coba dua kali, maka nantinya pemerintah dalam hal ini seluruh stakeholder akan melakukan evaluasi. Ia mengatakan uji coba ini merupakan sample kecil.

Kedepan untuk penerapan yang lebih luas untuk seluruh warga yang terdata berhak menerima subsidi perlu ada tahapan selanjutnya. "Jumlah penerima subsidi LPG yg disepakati Pemerintah dan DPR sejumlah 25,7 juta rumah tangga. Kalau uji coba sukses, masih ada banyak tahapan sebelum bisa diterapkan secara nasional. Tahapannya termasuk pengembangan kebijakannya, penyesuaian regulasi lainnya," ujar Ruddy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement