Rabu 27 Feb 2019 18:35 WIB

Kementan Lepas Ekspor Manggis Purwakarta ke Cina

Kementan melepas 3.010 ton manggis asal Purwakarta ke Cina.

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Gita Amanda
Ekspor Manggis. Indonesia kembali mengekspor manggis ke Cina, kali ini manggis yang dikirim berasal dari Purwakarta. (Ilustrasi)
Ekspor Manggis. Indonesia kembali mengekspor manggis ke Cina, kali ini manggis yang dikirim berasal dari Purwakarta. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan), melepas 3.010 ton manggis asal Purwakarta, untuk di ekspor ke Cina. Manggis tersebut, hasil budidaya petani yang berada di selatan wilayah ini. Saat ini, ekspor manggis asal Indonesia mengalami peningkatan, mencapai 400 persen selama kurun empat tahun terakhir.

Sekertaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro, mengatakan potensi ekspor manggis didukung dengan keberadaan lahan perkebunan yang cukup luas. Sehingga, setiap tahunnya ekspor buah dengan kulit berwarna hitam kemerahan ini mengalami peningkatan.

Baca Juga

"Tetapi, ekspor kita perlu didorong terus. Sebab, potensi yang ada belum tergali secara optimal," ujarnya, saat melepas ekspor manggis Purwakarta, di halaman Tajug Gede Cilodong, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Rabu (27/2).

Upaya untuk menggenjot ekspor manggis ini, salah satunya dengan intensifikasi lahan dan peningkatan produktivitas. Karena itu, pihaknya memberikan perhatian penuh pada daerah sentra manggis. Salah satunya, Jawa Barat (Jabar).

Lumbung manggis di Jabar ini, tersebar di sejumlah daerah. Seperti, Subang, Purwakarta, Sukabumi dan Tasikmalaya. Bahkan, dari total ekspor manggis nasional, di 2018 lalu mencapai 39 ribu ton, 40 persennya disumbang dari Jawa Barat.

Syukur menyebutkan, salah satu permasalahan yang banyak ditemukan di perkebunan manggis milik petani, ialah masih menggunakan pohon berusia tua. Kondisi ini, dinilai dapat mengurangi produktivitas pohon dalam menghasilkan buah yang banyak dan berkualitas.

Karena itu, pemerintah pusat mendorong para petani melakukan peremajaan (replanting) pohon manggis yang sudah tua melalui bantuan bibit. Khusus, untuk Purwakarta kita berikan bibit manggis unggul sebanyak 3.500 pohon.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi, mengatakan, manggis Indonesia saat ini masih terkendala dengan kualitas. Karenanya, manggis yang diekspor hanya sekitar 24 persen dari total produksi se-Indonesia.

"Kunci peningkatan ekspor manggis itu yaitu ada pada peningkatan mutu produk hortikultura," ujarnya.

Adapun, upaya pemerintah meningkatkan kualitas produk manggis dalam negeri, salah satunya melalui penyuluhan pertanian. Faktor lain yang memengaruhi ekspor manggis tergantung upaya perluasan pasar ekspor ke negara lain.

Saat ini, tujuan ekspor manggis asal Indonesia antara lain ke Cina, Hongkong, Thailand, Singapura, Timur Tengah hingga Amerika dan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan, mengatakan ekspor manggis yang hari ini dilepas ke Cina, mencapai tiga kontainer dengan jumlah 44 ton. Namun, secara keseluruhan manggis asal Purwakarta yang diekspor mencapai 3.010 ton. "Kita sudah punya tiga perusahaan eksportir manggis," ujarnya.

Ekspor manggis ini, diharapkan meningkatkan kesejahteraan para petani. Para petani bisa mendapatkan keuntungan lebih besar setelah ada tiga perusahaan eksportir. Untuk harga manggis ekspor ini, bisa mencapai Rp 28 ribu per kilogramnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement