Rabu 20 Feb 2019 18:08 WIB

Mendes PDTT Dorong Pemda Aktif Laporkan Masalah di Daerah

Masih banyak infrastruktur desa yang harus dibenahi.

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.
Foto: Kemendes PDTT
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo sayangkan kondisi infrastruktur disejumlah desa di Kabupaten Seluma, Bengkulu yang dinilai sangat memprihatinkan. Terkait hal ini, ia mendorong Pemda untuk aktif melaporkan masalah yang ada di daerah.

Ia mengatakan, dengan mengetahui secara langsung ke desa-desa ternyata banyak yang masih perlu dibenahi. Eko mengungkapkan sebetulnya pemerintah pusat memiliki banyak program untuk meningkatkan infrastruktur di pedesaan.

"Cuma perlu dari Pemda untuk lebih aktif lagi melaporkan, agar dana-dana dari pusat itu tepat kepada yang benar-benar membutuhkan. Ada sekitar 560 triliun dari 19 kementerian," kata dia, dalam kunjungannya ke Desa Sinar Pagi, Seluma, Bengkulu, Senin (18/2) dikutip dari keterangan resmi.

Ia menambahkan, jangan sampai desa yang benar-benar tertinggal justru tidak mendapatkan program bantuan. "Jangan desa-desa maju mendapat program dan desa-desa sangat tertinggal malah tidak mendapatkan program," kata dia.

Dana desa yang selama ini telah diberikan dari pemerintah pusat kepada daerah, kata Eko, harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini pembangunan infrastruktur pedesaan sangat diperlukan untuk memudahkan aktivitas masyarakat setempat.

Di dalam kunjungannya, ia melihat jembatan yang cukup mengkhawatirkan dan diperlukan perbaikan segera. Terkait hal ini, ia mengajak pemda setempat untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait.

"Kami dari Kementerian Desa akan perjuangkan, paling tidak jembatannya bisa dilalui kendaraan. Lumayan serem juga jembatannya. Yang jelas ini harus diperjuangkan bersama," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement