Rabu 11 Jul 2018 19:25 WIB

Konsumsi Makanan Dongkrak Penjualan Eceran di Dalam Negeri

Penjualan eceran pada Juni 2018 diperkirakan meningkat sebesar 6,8 persen

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nidia Zuraya
Belanja di supermarket (ilustrasi)
Belanja di supermarket (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (11/7), memperlihatkan penjualan eceran Mei 2018 meningkat secara tahunan (yoy). Pada Mei 2018, penjualan eceran tercatat tumbuh 8,3 persen (yoy), meningkat signifikan dari 4,1 persen (yoy) pada April 2018.

Peningkatan tersebut didorong tingginya konsumsi masyarakat untuk kelompok bahan bakar kendaraan bermotor dan kelompok makanan, minuman serta tembakau. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman, mengatakan, meningkatnya kinerja penjualan antara lain bersumber dari komoditas Sandang yang tumbuh sebesar 16,5 persen (yoy), meningkat dibandingkan 10,0 persen (yoy) pada April 2018.

"Peningkatan penjualan juga terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang tumbuh sebesar 11,3 persen (yoy), meningkat dari 7,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya," terangnya seperti dikutip dari publikasi Survei Penjualan Eceran Mei 2018 di website Bank Indonesia, Rabu (11/7).

Agusman menambahkan, penjualan eceran diperkirakan akan kembali tumbuh pada Juni 2018. Penjualan eceran Juni 2018 diperkirakan meningkat sebesar 6,8 persen (yoy) seiring masih tingginya permintaan yang didorong oleh faktor musiman Ramadhan dan Idul Fitri.

"Meski peningkatan penjualan diindikasi tidak setinggi bulan sebelumnya, namun peningkatan penjualan ritel pada Juni 2018 tersebut lebih tinggi jika dibandingkan 6,3 persen (yoy) pada periode yang sama tahun sebelumnya," imbuhnya.

Peningkatan kinerja penjualan bersumber dari kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang tumbuh sebesar 15,1 persen (yoy), meningkat dibandingkan 9,3 persen (yoy). Peningkatan juga terjadi pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang tumbuh sebesar 13,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan 11,3 persen (yoy) pada Mei 2018

Pada kuartal II-2018, penjualan eceran diperkirakan meningkat secara tahunan (yoy). Hasil Survei Penjualan Eceran mengindikasikan penjualan ritel kuartal II-2018 tumbuh 6,4 persen (yoy), meningkat dibandingkan 0,7 persen (yoy) pada kuartal I-2018 dan 4,9 persen (yoy) pada kuartal II-2017.

Hasil Survei juga mengindikasikan adanya penurunan tekanan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang atau Agustus 2018. Indikasi tersebut tercermin dari penurunan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang menjadi 152,0 dari 153,7 pada bulan sebelumnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement