Kamis 01 Mar 2018 22:13 WIB

Mentan: Bulog Beli Gabah Sebesar-besarnya.

Penyerapan gabah untuk stok dinilai penting karena produktivitas meningkat.

Red: Nur Aini
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, meninjau beberapa infrastruktur pertanian moderen di Kawasan Sains dan Enjiring Pertanian Moderen Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB-Mektan) Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (1/3).
Foto: Republika/Gumanti Awaliyah
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, meninjau beberapa infrastruktur pertanian moderen di Kawasan Sains dan Enjiring Pertanian Moderen Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB-Mektan) Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (1/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Bulog untuk dapat mengoptimalkan pembelian gabah kepada petani di berbagai daerah. Hal ini mengingat pemerintah telah mendorong penggunaan teknologi yang mendorong produktivitas pertanian.

"Kami mendorong Bulog untuk bisa membeli gabah sebesar-besarnya," kata Mentan di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (1/3).

Mentan mengemukakan itu saat meninjau Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir. Menurut Amran, penyerapan gabah untuk stok beras menjadi penting apalagi pemerintah juga tengah meningkatkan produktivitas pertanian nusantara.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan bersama-sama Menristekdikti melihat berbagai inovasi alat mesin pertanian yang telah dikembangkan oleh balai besar tersebut.

Mentan juga mengingatkan, sejumlah teknologi seperti mesin mesin panen multikomoditas jagung dan padi dinilai dapat menekan biaya produksi hingga 40-50 persen.

Selain itu, ujar dia, mekanisme pertanian lainnya yang juga sangat bermanfaat bagi petani antara lain adalah hand tractor dan combine harvester, yang bisa mempercepat proses panen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement