Jumat 15 Dec 2017 09:08 WIB

Bank Sentral Inggris Pertahankan Suku Bunga 0,50 Persen

Bank of England (Bank Sentral Inggris)
Foto: telegraph.co.uk
Bank of England (Bank Sentral Inggris)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Bank Sentral Inggris, Bank of England (BoE) pada Kamis (14/12) mempertahankan suku bunga acuannya pada level 0,50 persen, setelah pertemuan Desember mereka, dan mengindikasikan bahwa kenaikan di waktu mendatang akan secara bertahap dan terbatas.

Semua sembilan anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunga yang sama pada pertemuan November, ketika mereka menaikkannya 0,25 persen, kenaikan pertama dalam lebih dari 10 tahun. Dengan tingkat pengangguran pada level rendah 42 tahun sebesar 4,3 persen dan jumlah orang yang bekerja di dekat level tertinggi sepanjang masa, pelambatan dalam perekonomian sebagian besar terkikis, yang akan menjadi sebuah pendorong untuk kenaikan suku bunga.

BoE mencatat bahwa inflasi IHK sekarang 3,1 persen, jauh di atas target yang dimandatkan 2,0 persen, juga merupakan dorongan untuk kenaikan suku bunga, dan MPC mengatakan akan mengejar sebuah kebijakan untuk menurunkan inflasi dalam jangka panjang.

"Komite tetap berpendapat bahwa, apakah ekonomi mengikuti jalur yang diharapkan dalam Laporan Inflasi November, kenaikan moderat lebih lanjut dan bank rate akan diperlukan dalam beberapa tahun ke depan, untuk mengembalikan inflasi secara berkelanjutan ke target," tulis MPC dalam catatan laporan komite.

Tingkat inflasi yang lebih tinggi, naik dari 0,5 persen pada saat pemungutan suara referendum Brexit pada Juni 2016 menjadi 3,1 persen sekarang, telah didorong di atas target 2,0 persen oleh kenaikan harga-harga impor, kata komite tersebut. Inflasi telah meningkat tajam selama satu setengah tahun terakhir oleh devaluasi substansial dalam sterling tepat setelah voting referendum Brexit, karena pasar valuta asing bereaksi terhadap berita tersebut.

MPC BoE mencatat bahwa Brexit adalah pengaruh paling signifikan dan ketidakpastian tentang prospek ekonomi, dan juga bahwa kemajuan dalam pembicaraan Brexit antara pemerintah Inggris dan Uni Eropa (UE) menurunkan kemungkinan terjadinya Brexit yang tidak teratur.

Sam Hill, ekonom senior Inggris di Royal Bank of Canada (RBC) di London, mengatakan risalah hari ini sangat ringan dalam hal informasi baru dan BoE tampaknya benar-benar dalam pendekatan wait and see. "Sementara nada hati-hati tersebar luas, komentar mengenai Brexit sedikit lebih optimis karena komite mengakui bahwa beberapa kemajuan dibuat dalam perundingan Pasal 50, yang diperkirakan memungkinkan negosiasi berlanjut ke tahap kedua."

Menurut Hill, arah kebijakan moneter ke depan akan menjadi sebuah kehati-hatian. "Untuk saat ini, kami berpikir bahwa BoE akan dengan senang hati melangkah secara hati-hati pada kebijakan moneter dan kami mempertahankan agar bank rate tetap tidak berubah pada 0,50 persen tahun depan."

Pertemuan MPC berikutnya dimulai pada awal Februari, bersamaan dengan laporan inflasi triwulanan dan penjelasan publik oleh Gubernur BoE Mark Carney tentang mengapa inflasi 1,1 persen di atas target, sedangkan kebijakan-kebijakan mengembalikannya menjadi 2,0 persen.

sumber : Antara/Xinhua
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement