Kamis 14 Sep 2017 07:09 WIB

BI Ingin Kembangkan Jabar Jadi Poros Ekonomi Syariah

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Nur Aini
Ekonomi syariah (ilustrasi)
Foto: Islamitijara.com
Ekonomi syariah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi mendorong Jawa Barat menjadi poros ekonomi syariah. Jawa Barat dinilai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai poros ekonomi syariah.

Hal ini diungkapkan Rosmaya saat membuka gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2017 di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Rabu (13/9) malam. Menurutnya, peluang pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat sangat besar dilihat dari penduduknya yang jumlahnya paling besar di Indonesia hingga lembaga pendidikan Islam yang jumlahnya banyak di Jawa Barat.

"Besar potensinya jika kita optimalkan Jawa Barat sebagai poros pemberdayaan ekonomi syariah. Karena Jawa Barat sangat menunjang pertumbuhan ekonomi syariah," kata Rosmaya dalam pembukaan FESyar Regional Jawa 2017 yang juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Rosmaya menyebutkan jumlah penduduk Jawa Barat yang besar, mayoritasnya juga merupakan Muslim yang merupakan pangsa besar ekonomi syariah. Selain itu,Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia.

Ia menuturkan berdasarkan data dari Kementerian Agama tahun 2016, total jumlah pesantren di Indonesia sebanyak 28.961 pesantren, 32 persennya berada di Jawa Barat. "Banyak lembaga pendidikan Islam di Indonesia. 9167 ponpes atau 32 persen terdapat di Jabar. Sehingga Jabar menjadi provinsi yang memiliki pesantren terbanyak," ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian Bank Indonesia bersama Center for Islamic Economic Studies (CIES), ungkapnya, terhadap 51 pesantren di Jabar yang memiliki jumlah santri di atas 500 orang. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren di Jabar memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai lembaga ekonomi alternatif dalam pemberdayaan masyarakat pesantren berbasis ekonomi syariah.

Oleh karena itu, FESyar 2017 regional Jawa dipusatkan di Jawa Barat dengan tujuan mempromosikan ekonomi syariah kepada masyarakat. Agar meningkatkan pertumbuhan minat ekonomi syariah di Jawa Barat. "Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi sarana awal bagi para stakeholders ekonomi syariah untuk kemudian dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan pondok pesantren dalam mengembangkan ekonomi Syariah," ungkapnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan sangat mendukung perkembangan ekonomi syariah yang dilakukan lembaga keuangan. Menurutnya ekonomi syariah sangat cocok dengab masyarakat Jawa Barat yang mayoritas beragama Islam.

"Kita punya harapan banyak untuk berkembangnya ekonomi berlandaskan syariah sesuai keimanan masyarakar kita karena kita tidak hanya meyakini ini sebagai sebuah metode tapi di saat yang sama ini adalah cara yang baik yang Insya Allah lebih dekat pada keridhoan Allah," kata Heryawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement