Sabtu 10 Jun 2017 17:22 WIB

Berinvestasi di Tepi Timur Kota Jakarta

Sentra Timur Residence
Foto: isitmewa
Sentra Timur Residence

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Ichsan Emrald Alamsyah

Ada begitu banyak kekhawatiran masyarakat terutama pekerja swasta ketika memasuki usia pensiun. Hal tersebut sempat menghinggapi Tria Indirawati (57 tahun) ketika memutuskan pensiun dini pada 2010.

Ketika itu mantan pegawai PT Indosat (Persero) Tbk menerima pesangon dalam jumlah cukup besar. Ia pun mulai berpikir untuk berinvestasi.

“Saya awalnya terbujuk iming-iming teman untuk investasi emas,” tutur dia kepada Republika beberapa waktu lalu. Setelah beberapa kali mengikuti seminar, ia pun tergiur berinvestasi logam mulia tersebut. Bukannya untung, ia malah tertipu puluhan juta oleh perusahaan fiktif.

Ia pun kebingungan dan mulai tak percaya iming-iming beragam investasi. Hingga kemudian, pada 2011, ia melihat tawaran di selebaran yang dibagikan sales Sentra Timur Residence di Buaran Plaza.

Ia coba diyakinkan untuk berinvestasi di bidang properti, lebih tepatnya apartemen. “Ketika mendengar di daerah, Pulo Gebang, awalnya tak terlalu tertarik. Namun saya teringat ada pembangun Terminal Terpadu Pulo Gebang,” ucap dia kepada Republika beberapa waktu lalu.

Hingga kemudian pada Maret 2011 ia pun memutuskan untuk berinvestasi di bidang properti. Ia memilih apartemen satu kamar yang memiliki luas 30 meter persegi, lebih tepatnya di Tower Orange Sentra Timur Residence. Tower Orange adalah salah satu dari delapan tower proyek PT Perum Perumnas dan PT Bakrie Pangripta Loka.

Harganya, menurut dia, terbilang tak mahal yaitu sebesar Rp 179 juta, dimana ia membayar down payment (DP) dan kemudian mencicil selama satu tahun dengan bunga nol persen. Lokasi pun terbilang dekat dengan rumah miliknya di perumahan Pondok Cipta, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Hal ini memudahkan ibu tiga anak ini untuk mengecek kondisi apartemennya yang dibiarkan kosong.

Sedari awal, Tria berniat memberikan apartemen tersebut kepada sang putri yang hendak menikah. Namun karena putrinya telah memiliki rumah, apartemen yang berada di lantai 7 Tower Orange itu pun disewakan atau dikontrakan.

Semenjak 2013, apartemen miliknya sudah beberapa kali ganti penyewa. Namun tak jarang yang langsung menawar apartemennya. “Kadang ada yang nawar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta, Cuma saya nggak ada niat melepas sih,” ucap dia.

Ia beralasan, meski kini terbilang ramai, namun apartemen miliknya bisa menjadi aset sekaligus investasi jangka panjang. Apalagi lokasinya amat dekat dengan stasiun Cakung dan Terminal Terpadu Pulogebang. Selain itu juga memiliki pintu Tol langsung Sentra Timur Pulogebang.

Belum lagi ketika memasuki area pintu masuk, berjejer minimarket dan lokasi jajanan. Berputar sedikit, pemilik kemudian memasuki area utama apartemen yang dijaga sekuriti selama24 jam.

Selain itu apartemen yang akan menjadi superblok ini memiliki dua kolam renang dalam satu area. Tak heran setiap akhir pekan Tria mengajak cucu semata wayangnya yang masih berumur dua tahun untuk berenang di Sentra Timur. “ Kita begitu masuk tinggal menyebut nomor apartemen dan towernya,” begitu ucap dia.

Kepemilikan apartemen memang menjadi salah satu cara warga Jabodetabek untuk berinvestasi. Lagipula ada beragam cara bagi warga kelas menengah untuk memiliki apartemen.

Berdasarkan rilis yang diterima, Sales Manager Sentra Timur Residence Ibah Djauhari memberikan beberapa cara agar masyarakat berpenghasilan menengah agar dapat memiliki unit apartemen Sentra Timur Residence, diantaranya diberikan kemudahan pembayaran dengan DP 20 persen yang dapat dicicil hingga 24 kali dan pilihan cara bayar sesuai kemampuan si calon pembeli seperti cash bertahap atau KPA Bank.

“Konsen kami menyasar kaum milineal yang bekerja di Ibukota Jakarta agar dapat memiliki hunian sendiri dan mudah menjalani aktivitas sehari-hari dari tempat tinggalnya sendiri di kota Jakarta tanpa harus memikirkan biaya cicilan yang besar," kata Ibah.

Menurut dia, apartemen kian menarik tak lain lantaran kalangan menengah kerap terganjal harga untuk membeli rumah tapak di Jakarta yang nilainya terlalu tinggi. Dari segi pembiayaan, kepemilikan apartemen sangat mudah. Jika tidak ingin dihuni, dengan mudahnya unit apartemen yang dimiliki pun dapat disewakan kepada orang lain dengan nilai cukup tinggi. Ini menjadi daya tarik apartemen sebagai investasi yang sangat menguntungkan saat ini.

Akses Tanjung Priok

Selain beragam kelebihan di atas, kawasan Sentra Timur Superblock makin memiliki prospektif tinggi karena kehadiran Jalan Tol Akses Tanjung Priok. Deputy Project Director Sentra Timur Superblock Suprayitno Rais, berdasarkan rilis yang diterima mengakui Jalan Tol Akses Tanjung Priok membuat potensi bisnis properti di kawasan Sentra Timur Superblock pun menjadi sangat prospektif. Hal itu karena kawasan ini terintegrasi langsung dengan Tol JORR dan Tol Akses Tanjung Priok.

Ia mengungkapkan jika Tol Akses Tanjung Priok menjadikan kawasan Sentra Timur Superblock semakin lengkap. Akses tol ini memudahkan mobilitas warga Jakarta Timur dalam beraktivitas menuju bandara dan kawasan lainnya.

"Apalagi Sentra Timur Superblock adalah pelopor berkembangnya kawasan terintegrasi di pusat kota Jakarta Timur sejak tahun 2008 dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) nya di Jakarta," ujar Suprayitno.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement