Selasa 07 Mar 2017 20:22 WIB

Lamongan Siap Jadi Produsen Jagung Untuk Ekspor

Rep: Frederikus Bata/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Sejumlah pekerja menata jagung saat proses pendirian menara jagung di Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (21/10). Menara setinggi 15 meter yang membutuhkan sebanyak 18.000 bonggol jagung tersebut akan digunakan sebagai ikon
Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah pekerja menata jagung saat proses pendirian menara jagung di Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (21/10). Menara setinggi 15 meter yang membutuhkan sebanyak 18.000 bonggol jagung tersebut akan digunakan sebagai ikon

REPUBLIKA.CO.ID, LAMONGAN -- Bupati Lamongan Fadeli mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ia melihat di bawah kepemimpinan Amran,  beberapa komoditas pangan tak bergantung pada impor. 

"Tahun 2016 secara nasional tidak impor lagi. Pajale (Padi, Jagung, Kedelai) kita sudah mantap. Kerja keras kita Menteri Pertanian," kata Fadeli saat menerima kunjungan kerja Mentan di daerahnya,  pada Selasa (7/3). 

Ia berharap, pemerintah membuka keran ekspor. Lamongan, kata dia, turut berandil dalam target tersebut, khususnya untuk jagung. "Kalau kita sudah stop impor,  Pak menteri mau ekspor ke Malaysia, Lamongan siap jadi produsen jagung untuk ekspor," ujar Fadeli. 

Pada kesempatan ini Fadeli turut meminta bantuan benih kedele,  dan cabe. Mentan menyatakan bakal mengakomdasi permintaan yang berhubungan dengan petani.  "Perintah presiden kami harus berada di tengah petani," ujar Amran. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement