Ahad 05 Mar 2017 19:43 WIB

3 Juta Sapi Ditargetkan Bunting Tahun Ini

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini
Sapi (ilustrasi)
Foto: Antara/Novrian Arbi
Sapi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,PASAMAN BARAT -- Kementerian Pertanian tahun ini menargetkan 3 juta ekor sapi bunting. Dengan begitu diharapkan Indonesia mampu mengekspor daging seiring dengan mimpi menjadi lumbung pangan dunia.

"Sebab Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi negara pengekspor," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita melalui siaran pers, Ahad (5/3).

Ia mengatakan, salah satu kegiatan penting mewujudkannya adalah melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang berorientasi pada peningkatan populasi. Dengan begitu, Indonesia akan mencapai swasembada protein hewani asal ternak. Peningkatan populasi tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan impor. "Untuk mensukseskannya, maka kita perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan peran aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat," katanya.

Ketut menjelaskan pendekatan untuk melibatkan peran aktif masyarakat perlu dilakukan terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Saat ini populasi sapi dan kerbau di Indonesia sekitar 13,5 juta ekor.

Salah satu wilayah yang merespons baik Upsus adalah Sumatera Barat. Ia menjelaskan, Sabtu (4/3) pihaknya baru meresmikan peternakan sapi Bali yang dibangun terintegrasi dengan UPT Pembibitan Sapi di Air Runding menjadi pusat pengelolaan hewan ternak. Dengan diresmikannya peternakan tersebut, kini Sumatera Barat memiliki dua pembibitan sapi yakni di Padang Mangatas Kabupaten 50 Kota dan di Air Runding, Pasaman Barat.

Khusus untuk Sumatera Barat target jumlah akseptor sebanyak 111.293 ekor dengan jumlah kebuntingan 75.659 ekor dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 61.300 ekor. Sedangkan untuk Kabupaten Pasaman Barat target akseptor 4.615 ekor dengan jumlah kebuntingan dan kelahiran diharapkan dapat menghasilkan tambahan anak sebanyak 3.091 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat Renaldy menyampaikan, peternakan yang dibangun dalam waktu dua tahun tersebut menggunakan dana dari APBD dan APBN. Peternakan tersebut ditarget selain menjadi peternakan sapi potong juga bisa menjadi objek wisata.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement