Sabtu 07 Jan 2017 22:26 WIB

Pemerintah Matangkan Rencana Jangka Panjang Atasi Persoalan Cabai

Rep: Binti Sholikah/ Red: Hazliansyah
Seorang buruh tani memanen cabai rawit di lahan pertanian Desa Perbawati, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (7/12). Dalam sepekan ini, harga cabai rawit di tingkat petani mengalami kenaikan.
Foto: Antara
Seorang buruh tani memanen cabai rawit di lahan pertanian Desa Perbawati, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (7/12). Dalam sepekan ini, harga cabai rawit di tingkat petani mengalami kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pemerintah tengah mematangkan rencana untuk mengatasi persoalan kenaikan harga cabai yang selalu berulang setiap tahun.

Darmin mengatakan, harga cabai di musim hujan cenderung naik. Hal ini lantaran cabai terlalu banyak terkena air sehingga mudah membusuk dan terkena jamur.

"Ya mungkin petani punya lahan setengah hektare hasilnya tiba-tiba tinggal sepertiga atau seperempat, sisanya tidak bisa dipakai. Kalau turun produksinya ya pasti harganya naik," kata Darmin dalam konferensi pers di Hotel JW Marriott Surabaya, Sabtu (7/1).

Darmin menyatakan, dalam waktu dekat sudah ada beberapa daerah di Indonesia yang memasuki masa panen raya cabai, seperti di Kediri, Jawa Timur. Sehingga harga cabai bisa lebih dikendalikan.

Darmin mengakui kemungkinan adanya permainan di tingkat tengkulak memang ada. Namun, ia memastikan tidak akan ada kartel cabai karena sifat cabai yang mudah membusuk.

"Saat ini pemerintah sedang mematangkan rencana jangka panjang agar kelangkaan pasokan cabai tidak terjadi secara berulang setiap tahun," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement